Pembuat 'Tugu Pancoran' Edhi Sunarso wafat

Pematung Edhi Sunarso semasa hidup.
Pematung Edhi Sunarso semasa hidup.

Edhi Sunarso meninggal dunia. Ia pembuat monumen, yang karya-karyanya menjadi mercu tanda lanskap di Jakarta. Sejumlah di antaranya, Patung Dirgantara di Pancoran, Patung Pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng, dan Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia.

Dilahirkan di Salatiga, Jawa Tengah, 2 Juli 1932, kepergian Edhi sang pematung dalam usia 83 tahun meninggalkan ruang bagi publik lewat patung-patungnya yang seolah enggan berhenti menyatakan diri: perubahan boleh terjadi, tapi kami juga ingin porsi masa lalu tetap hadir.

Maka, tidak keliru jika ia seperti orang asing yang hangat: khalayak luas tak karib dengan namanya, tapi pula intim dengan sejumlah ruang yang terbentuk berkat karya-karyanya.

Menurut laman The Jakarta Globe, seniman itu wafat setelah mengalami kegagalan fungsi jantung menyusul operasi prostat. Sementara itu, akun Facebook yang diyakini sebagai kelolaan Arsip Seni Visual Indonesia (IVAA) mengabarkan bahwa Edhi berpulang pada Senin, 4 Januari 2016, pukul 22.53 WIB. Jenazahnya disemayamkan di rumah duka griya seni Kustiyah Edhi Sunarso, Mlati, Sleman, Yogyakarta. Ada pun, penguburannya akan dilangsungkan di kompleks makam seniman Imogiri.

Tangannya yang terbiasa memahat dan mengecor itu juga pernah menarik picu bedil pada masa perjuangan menuju kemerdekaan. Sekali waktu saat menjalani sebuah misi di Bandung pada 1942, ia ditangkap oleh pasukan pendudukan Belanda dan dijebloskan ke penjara Royal Netherlands East Indies Army (KNIL) di Kebonwaru, Bandung, Jawa Barat. Di bui, ia pertama kali mencoba menggoreskan sketsa dan menatah.

Bebas dari bui pada 1949, Edhi masuk ke Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI), yang kini bernama ISI. Kemudian, ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi ke Universitas Visva Bharati, India, yang didirikan oleh penulis masyhur Rabindranath Tagore.

Pada 1952, ia mengikuti sayembara patung sedunia di London. Karya yang disertakan berjudul "The Unknown Political Prisoner", yang kini tersimpan di Museum Tate, London, Inggris, diganjar sebagai juara kedua. Di tahun itu pun, ia bergabung dengan tim Pelukis Rakyat untuk mengerjakan Proyek Tugu Muda Semarang.

Melalui proyek tersebut, jalannya menuju Presiden Sukarno terbentang. Perkenalan dengan sang Penyambung Lidah Rakyat lantas membawanya menggarap berbagai monumen nasional.

Sukarno pada 1958 memintanya untuk merancang Patung Selamat Datang di Bundaran HI untuk menyambut para atlet utusan negara-negara peserta Asian Games. Bangunan setinggi 9 meter. Bahan pembuatnya perunggu.

Monumen diresmikan bersamaan dengan pembukaan Istora Senayan dan Hotel Indonesia, tapi tidak untuk menyambut Asian Games menyusul konfrontasi dengan Malaysia. Patung itu akhirnya berfungsi menyambut peserta Ganefo (Games of the New Emerging Forces) yang diikuti 144 negara berkembang.

Setelah "Patung Selamat Datang", Edhi Sunarso kemudian kembali diminta untuk membuat "Patung Pembebasan Irian Barat" di Lapangan Banteng.

Permintaan mengerjakan Patung Dirgantara, yang bersandarkan gaya Sukarno menunjukkan pose 'Gatot Kaca Mental Bentolo', atau Gatot Kaca bersiap terbang, datang pada 1964. Edhi Sunarso, dalam pidato penerimaan anugerah Empu Ageng Seni dari ISI Yogyakarta, mengatakan bahwa monumen dimaksudkan untuk mengenang sifat kepahlawanan para pejuang Indonesia di bidang kedirgantaraan. Pengerjaannya bersamaan waktu dengan pembuatan 'Diorama Sejarah Monumen Nasional'.

Biaya pemasangan Patung Dirgantara--monumen yang ikut abadi lewat lagu "Sore Tugu Pancoran" karya Iwan Fals--berasal dari penjualan salah satu mobil Sukarno.

Edhi masih mengerjakan proyek-proyek monumen dan diorama setelah Sukarno meninggal. Beberapa karyanya adalah Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Diorama Sejarah Museum Satria Mandala, Diorama Sejarah Museum Pancasila Sakti.

Pematung Edhi Sunarso menetap di JI. Kaliurang, Yogyakarta. Dari pernikahannya dengan Gustiyah, ia memiliki empat anak: Rosa Arus Sagara, Titiana, Irawani, Satya Sunarso, dan Sari Prasetyo Angkasa.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1S1aknU
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat