Paspampres pukul Satpol PP karena dendam, bukan lindungi PKL

Parade pasukan pengamanan presiden (Paspampres) dalam acara 'Validasi Organisasi dan Tugas Paspampres' di Lapangan Hitam Mako Paspampres, Tanah Abang, Jakarta
Parade pasukan pengamanan presiden (Paspampres) dalam acara 'Validasi Organisasi dan Tugas Paspampres' di Lapangan Hitam Mako Paspampres, Tanah Abang, Jakarta

Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Mayjen Andika Perkasa angkat bicara soal laporan pemukulan Camat Tanah Abang Hidayatullah dan dua anggota Satpol PP oleh dua anggotanya.

Lewat pernyataan resmi Danpaspampres, Mayjen Andika menolak tudingan pemukulan terhadap Camat Tanah Abang yang terjadi pada Senin malam (11/1/2016) sekitar pukul 23.30 WIB.

"Tetapi benar Serda Tomy Pinastika (TP) memukul anggota Satpol PP di kantor Camat Tanah Abang sebagai "balasan" karena Serda TP dipukul terlebih dahulu di kepala bagian belakangnya oleh oknum Satpol PP tersebut. Kejadian berlangsung sekitar jam 00.30 WIB (12/1/2016)," kata Mayjen Andika dalam republika.co.id, Rabu (13/1/2016).

Sementara, menurut Andika, orang yang menendang kardus air mineral di depan kaki Camat dan kemudian berusaha mencekik Camat Tanah Abang adalah salah satu pedagang yang gerobaknya disita oleh Camat Tanah Abang sekitar satu jam sebelumnya. Bukan dilakukan Serda TP.

Keberadaan Serda TP & Serda Teuku Muhamad Afrizal (TMA) di kantor Camat Tanah Abang adalah sebagai buntut dari tidak terimanya Serda TMA dilecehkan dengan kata-kata kasar pada saat pembersihan gerobak kaki lima liar oleh Camat Tanah Abang dan Satpol PP, lanjutnya.

Meski pernyataan Mayjen Andika berbeda dari keterangan Camat Tanah Abang, namun Hidayatullah mengatakan dirinya sudah memaafkan kedua oknum Paspampres tersbeut.

Hidayatullah, seperti yang dilansir Kompas.com, mengaku tidak mengalami luka sedikit pun. Hidayatullah menilai tindakan keduanya hanya karena emosi sesaat. "Biasalah anak muda. Mereka seumuran anak saya, kok," ucap Hidayatullah.

Untuk diketahui, Hidayatullah dan anggota Satpol PP Mail Kurniawan diserang dua orang oknum anggota Paspamres setelah menertibkan lapak-lapak pedagang di Jalan Baturaja, Kelurahan Kebon Melati, sekitar Plaza Indonesia dan Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin malam.

Terkait pemukulan itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan bahwa aksi oknum Paspampres itu bukan dalam bentuk memberikan perlindungan kepada para pedagang yang berjualan di trotoar.

Kami sudah pastikan dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) tidak ada beking-bekingan. Sudah ada jaminan dari PM, sudah jamin enggak ada beking," tegas Ahok dalam sindonews.com.

Ahok juga sudah memanggil Hidayatullah, Kepala Satpol PP Jakarta Pusat, hingga Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede untuk mengonfirmasi masalah ini. Mantan Bupati Belitung Timur ini juga sudah menghubungi Komandan Paspampres Regu A. Hasilnya, dipastikan tidak ada anggota Paspampres yang melindungi lapak PKL.

"Jadi sama sekali tidak ada anggota dari grup Paspampres yang membekingi lapak. Ini salah paham saja. yang kami tertibkan ngadunya nggak benar atau apa, dan ini kami sudah anggap selesai," ucapnya.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1Oqh5tA
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat