Parkir liar akan didenda jutaan rupiah

Petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta merazia parkir liar di sepanjang Jalan Teresia hingga kawasan Monas, Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2015. Denda parkir liar akan dinaikkan hingga Rp3 juta per hari.
Petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta merazia parkir liar di sepanjang Jalan Teresia hingga kawasan Monas, Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2015. Denda parkir liar akan dinaikkan hingga Rp3 juta per hari.

Pemerintah DKI Jakarta mulai tahun ini akan menindak keras parkir liar di jalanan Jakarta. Salah satunya dengan menaikkan denda bagi mereka yang memarkir kendaraannya dengan sembarangan. "Kami akan naikkan denda parkir agar efek jeranya bisa dirasakan pelanggar," ujar Kepala Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Perparkiran DKI Jakarta Sunardi Sinaga seperti dikutip dari BeritaJakarta.com.

Untuk roda empat, denda parkir paling rendah Rp 500 ribu dan paling tinggi Rp 3 juta per hari. Kendaraan roda dua akan dikenakan denda paling rendah Rp250 ribu dan paling tinggi Rp 1 juta per hari. Sepeda juga bisa kena denda. Denda paling rendah Rp100 ribu dan paling tinggi Rp500 ribu per hari.

Langkah ini akan dimulai dengan mengajukan Peraturan Gubernur (Pergub) Pengendalian Parkir Pada Tempat Parkir di Ruang Milik Jalan Kawasan Tertentu. Sunardi menjelaskan, dalam Pergub itu akan diatur agar BLUD bisa menindak parkir liar. "Pergubnya sekarang masih diproses di Biro Hukum DKI," ujarnya.

Sunardi, nantinya akan bekerjasama di gedung-gedung di seluruh Jakarta untuk menderek kendaraan yang terjaring razia parkir. Sehingga, penderekan tidak perlu memakan jarak yang jauh.

Sebelumnya, Pemerintah DKI Jakarta memberlakukan denda Rp500 ribu buat pemarkir sembarangan sejak 8 September 2014.

Saat itu,kendaraan yang terjaring diderek ke terminal pool Dinas Perhubungan. Misalkan ditangkap di Jakarta Barat, dikandangkan di Pulogebang, Jakarta Timur. "Tapi sekarang dikandangkan ke gedung-gedung dekat lokasi pelanggaran," kata dia seperti ditulis Tribunnews.com.

Sesuai catatan Liputan6.com, saakendaraan yang diderek dibawa ke tiga pool Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Yaitu di Rawa Buaya (Jakarta Barat), Terminal Barang Pulogebang (Jakarta Timur) dan Terminal Barang Tanah Merdeka (Jakarta Utara).

Aturan yang memayungi denda ini, ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta saat itu Muhammad Akbar, adalah Peraturan Daerah No. 3 Tahun 2012 tentang Retribusi Daerah, yang memberikan kewenangan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menarik retribusi Rp 500.000 per hari dari setiap kendaraan yang diderek. Denda parkir liar kendaraan juga hanya dikenakan pada kendaraan roda empat. Saat itu denda yang dipungut hanya Rp500 ribu per hari.

Dari denda ini, sepanjang tahun 2015, sesuai catatan Viva.co.id pemerintah DKI Jakarta mengantongi Rp4,357 miliar. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah, memperinci jumlah kendaraan yang berhasil diderek 8.438 unit, naik berlipat dari tahun sebelumnya yang hanya 1.204 unit.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1PcuFk4
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat