Netizen sindir hakim Palembang yang benarkan pembakar hutan

Aksi aktivis Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumsel di halaman Pengadilan Negeri Klas I Palembang, Sumsel. Rabu (30/12). Aksi digelar saat pembacaa putusan perkara gugatan perdata Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terhadap PT Bumi Mekar Hijau (BMH).
Aksi aktivis Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumsel di halaman Pengadilan Negeri Klas I Palembang, Sumsel. Rabu (30/12). Aksi digelar saat pembacaa putusan perkara gugatan perdata Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terhadap PT Bumi Mekar Hijau (BMH).

Wakil Ketua Pengadilan Negeri Palembang, Parlas Nababan, jadi sorotan di media sosial. Namanya mulai sering dipercakapkan netizen seiring putusan sidang gugatan perdata, yang diajukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terhadap PT Bumi Mekar Hijau (PT BMH)--anak perusahaan Asia Pulp and Paper (APP).

Rabu (30/12/2015), majelis hakim memutuskan PT BMH tidak terbukti melakukan tindakan melawan hukum, atas tudingan perusakan lingkungan dan pembakaran hutan.

Parlas jadi sorotan karena posisinya sebagai Ketua Majelis Hakim dalam sidang perdata dengan nilai gugatan Rp7,8 trliun itu.

Kompas.com mengutip hal-hal yang menjadi pertimbangan putusan hakim dalam kasus ini. Dibacakan Parlas, hakim menilai selama ini BMH telah menyediakan alat pengendali kebakaran. Hakim pun beranggapan bahwa lahan yang terbakar juga masih bisa ditanami.

"Lahan masih berfungsi dengan baik sesuai dengan peruntukannya sebagai lahan Hutan Tanaman Industri, di atas bekas lahan yang terbakar tersebut tanaman akasia dapat tumbuh kembali secara baik, sebagaimana penglihatan Majelis sebagai fakta prosesuil sidang pemeriksaan di tempat," demikian petikan pertimbangan hakim.

Pertimbangan itulah yang bikin netizen panas. "Bakar hutan itu tidak merusak lingkungan hidup, karena masih bisa ditanami lagi," demikian lebih kurang penyederhanaan pertimbangan hakim, yang ramai tersebar di media sosial, dan menuai sentimen negatif.

Beragam meme tentang Parlas dan kutipan penyederhanaan itu kerap dibagikan di media sosial, dalam beberapa hari terakhir.

Merespons topik ini, akun berpengaruh macam @jukihoki (98 ribu pengikut), membuat komik nan satire guna menyindir Parlas. Beredar pula potongan komik Asterix dan Obelix, yang telah dimodifikasi menyesuaikan topik ini. Beberapa netizen lainnya turut melempar sindiran dalam bentuk teks.

Putusan PN Palembang itu juga mengundang kritik dari para aktivis lingkungan.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Selatan, Hadi Jatmiko, menyebut putusan itu menunjukkan bahwa persoalan lingkungan hidup bukan sesuatu yang penting di Indonesia. Hadi pun menuding pertimbangan hakim itu sesat, sekaligus menunjukkan ketidakpahaman atas kasus kebakaran hutan.

"Entah apa yang ada dipikiran para hakim sehingga membebaskan PT. BMH dari tuntutan penggugat, dengan alasan kebakaran di wilayah konsesi tergugat tidak menyebabkan kerusakan lingkungan hidup karena setelah kebakaran lahan yang terbakar masih tetap bisa ditanami dan tanaman tetap tumbuh subur," kata Hadi, dilansir Mongabay (30 Desember 2015).

Pernyataan senada juga datang dari Indonesian Center fo Environmental Law (ICEL) yang menyebut putusan PN Palembang itu menihilkan dampak emisi dan keanekaragaman hayati.

"Majelis hakim membuat kriteria sendiri yang tidak ilmiah, menihilkan emisi serta dampak terhadap keanekaragaman hayati sama sekali," kata Direktur Eksekutif ICEL, Henri Subagiyo, dilansir Bisnis.com (1 Januari 2016).

Putusan PN Palembang ini juga berimbas pada situs resmi mereka, yang sempat menjadi bulan-bulanan peretas. Saat ini, situs tersebut sudah bisa diakses. Anda juga bisa menengok biodata Parlas di sana.

Adapun Parlas, seperti dilansir Sriwijaya Post, mengaku tak mengetahui bila dirinya menjadi sasaran kritik netizen. "Saya nggak tahu itu, saya nggak baca. Lihat saja hape saya saja ini," ujar pria berusia 54 tahun itu. Ia juga memperlihatkan sebuah ponsel Samsung ukuran kecil berwarna hitam, yang "terbilang hape jadul".



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1TBAPhm
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat