Misteri tas kertas cokelat di meja Mirna

Ca phe sua nong atau kopi susu panas ala Vietnam (kiri) dan ca phe sua da atau es kopi susu ala Vietnam di restoran Lang Viet di Grand Wijaya Centre, Jakarta Selatan, Kamis, 22 November 2012.
Ca phe sua nong atau kopi susu panas ala Vietnam (kiri) dan ca phe sua da atau es kopi susu ala Vietnam di restoran Lang Viet di Grand Wijaya Centre, Jakarta Selatan, Kamis, 22 November 2012.

Keberadaan tiga paper bag atau tas kertas cokelat dipertanyakan polisi saat pra-rekonstruksi di Olivier Cafe, West Mall, Grand Indonesia (GI), Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (11/1/2016).

Dengan adanya tas-tas itu, es kopi Vietnam milik korban Wayan Mirna Salihin di meja nomor 54 menjadi tertutup. "Harusnya kalau paper bag itu ada di kursi, kenapa di meja?," tanya salah satu anggota polisi di tempat kejadian.

Pra-rekonstruksi sebenarnya berjalan tertutup. Tapi media bisa mendengar pembicaraan antara polisi dengan karyawan kafe. "Di sini ada tiga paper bag, di tempat yang sama dan isinya sama," kata pegawai kafe yang melakukan pra-rekontruksi seperti dikutip Tribunnews.

Polisi menilai janggal tas kertas yang diletakkan di atas meja saat pengunjung meminum kopi. Pegawai yang melakukan pra-rekonstruksi juga gagal paham dengan posisi tas di atas meja.

Posisi es kopi maut itu sendiri berada di antara Mirna yang menghadap ke timur dan tas kertas. Belum jelas apa isi tas yang bercokol di meja.

Dua teman Mirna, bernama Jessica dan Hani ikut dihadirkan. Mereka, yang masih berstatus saksi, memerankan diri masing-masing. Sedang Mirna diperankan pelayan.

Jessica dan Hani duduk mengapit Mirna. Jessica memakai baju putih, Hani memakai baju merah muda.

Mirna kejang dan pingsan setelah menyeruput es kopi Vietnam. Sempat dibawa ke klinik di mal, namun nyawanya tidak tertolong tiga hari lalu (Sabtu, 9/1/2016).



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1PRzphU
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat