Midnight Show, thriller perdana sutradara Ginanti Rosa

Para pendukung film "Midnight Show". Kiri ke kanan: Neni Anggraeni, Ade Firman Hakim, Ginanti Rona, Acha Septriasa, Gandhi Fernando, Gesata Stella, Daniel Topan dan Ganindra Bimo saat acara screening di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta (8/1/2016).
Para pendukung film "Midnight Show". Kiri ke kanan: Neni Anggraeni, Ade Firman Hakim, Ginanti Rona, Acha Septriasa, Gandhi Fernando, Gesata Stella, Daniel Topan dan Ganindra Bimo saat acara screening di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta (8/1/2016).

Apa yang terjadi kalau sebuah bioskop yang menayangkan film mengenai pembunuhan, yang diangkat dari kisah nyata, diteror oleh pembunuh sebenarnya?

Itulah premis dari Midnight Show, film keempat keluaran Renee Pictures yang akan dirilis 14 Januari. Film berdurasi 97 menit ini mengusung genre thriller dan mengambil latar cerita di tahun 1998, kala bioskop masih subur di Indonesia dan masih menggunakan proyektor film.

Beberapa penonton akan mengalami nostalgia bioskop jadul, yang amat kental di film ini. Bagaimana tidak, pengambilan gambarnya dilakukan di bioskop Galaxy, Bogor, yang merupakan bioskop independen dan kental dengan nuansa 1990-an.

Film ini adalah karya pertama Ginanti Rona sebagai sutradara. Wanita asal Aceh ini sebelumnya malang melintang menjadi asisten sutradara untuk film-film Indonesia seperti The Raid dan The Killers.

"Kalau asisten sutradara hanya menjalankan apa yang sudah didesain sutradara, ibaratnya seorang eksekutor. Namun sutradara itu ibarat seorang kreator dan desainer. Jadi tanggung jawabnya lebih besar, baik dari segi moril atau apapun itu. Respon baik buruknya film kembali lagi ke sutradaranya," ujar Ginanti kepada Suara Pembaruan (h/t Beritasatu.com) di Jakarta, Jumat (8/1).

Bintang utama Midnight Show adalah Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI 2012 yaitu Acha Septriasa serta Gandhi Fernando, yang juga menjadi produser dalam film. Selain keterlibatan mereka berdua, film ini didukung juga oleh pemeran lain diantaranya Ratu Felisha, Ganindra Bimo, Citra Prima dan Daniel Topan.

Dalam hal penulisan skenario, Renee Pictures mempercayakan pada penulis muda Husein Atmodjo. Soundtrack dari film ini, berjudul Sang Penikam, diiisi oleh penyanyi asal Malaysia Noh Salleh.

Midnight Show - Official Trailer

Midnight Show menceritakan tentang sebuah gedung bioskop yang sengaja memutar film pembunuhan kontroversial berjudul "Bocah" untuk mendongkrak penjualan tiket. Film yang diangkat dari kisah nyata tentang seorang anak umur 12 tahun yang membunuh dan memutilasi seluruh keluarganya itupun mulai memakan korban. Saat para penonton merasa tegang melihat tayangan di layar, salah satu penonton ditemukan tewas terbunuh.

Naya (Acha Septriasa), Juna (Gandhi Fernando), Sarah (Ratu Felisha) dan seluruh penonton di bioskop itupun terlibat dalam misteri pembunuhan tersebut.

Lembaga Sensor Film (LSF) rupanya menganggap terlalu banyak adegan sadis dalam film tersebut sehingga Midnight Show harus menjalani proses sensor hingga tiga kali.

Akibatnya tim produksi mesti bekerja lebih keras untuk menutupi "bolong-bolong" dari adegan-adegan yang disensor tersebut agar jalan ceritanya tidak terlihat lompat-lompat.

"Mungkin lembaga sensor harus banyak dialog dengan filmmaker yang bikin film dengan genre tertentu," kata Ginanti seperti dikutip laman Wow Keren. "Unsur violence memang terkadang dibutuhkan untuk film di genre ini. Bukan sekedar bunuh-bunuhan biasa."

Produser Gandhi Fernando juga menyesalkan terlalu banyaknya adegan yang disensor oleh LSF dan memberi alternatif bagi para penonton yang ingin melihatnya.

"Kami menyesalkan bagian yang kena sensor, karena saya rasa beberapa film asal barat masih lebih sadis dari Midnight Show. Tapi kami mengunggahnya (adegan-adegan yang terkena sensor, red.) ke Youtube bagi yang ingin lihat," ujar Gandhi.

Cuplikan di Sensor film Midnight Show



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1RvgbCe
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat