Michelin optimistis menjelang MotoGP 2016

Ilustrasi ban Pirelli
Ilustrasi ban Pirelli

Absen selama tujuh tahun di MotoGP, Michelin tetap optimistis pada musim "perdana tapi lama" MotoGP 2016. Nicola Goubert, Direktur Michellin MotoGP, merasa yakin sejumlah masalah pada sesi tes akan teratasi tepat waktu menjelang balapan perdana di Qatar pada 20 Maret.

Kembalinya Michelin ke MotoGP diwarnai sejumlah insiden para pebalap jatuh pada sesi tes di Valencia dan Jerez, Spanyol, akhir 2015 lalu. Ada dua penyebab.

Pertama, MotoGP menggunakan ban resmi 16,5 inci Bridgstone yang secara keseluruhan berkualitas sejak 2009. Kedua, Dorna mengubah ukuran ban menjadi 17 inci mulai 2016.

Goubert mengakui keperluan meningkatkan kualitas ban mereka meski para pebalap juga dituntut beradaptasi. "Tim dan para pebalap harus belajar pula," katanya kepada Sport Rider.

Dengan waktu yang semakin dekat, terutama pembukaan seluruh agenda resmi pada 1 Februari di Sirkuit Sepang, Malaysia, Michelin dituntut membenahi ban depan yang dikritik para pebalap.

Daya cengkeram ban belakang, yang sempat dikeluhkan pebalap Honda Marc Marquez, kini telah teratasi. Daya cengkeram yang rendah itu adalah penyebab kejatuhan para pebalap di sesi tes November 2015.

Direktur Michelin Motorsport, Pascal Couasnon, pada Desember 2015 sempat mengatakan butuh waktu untuk membenahi performa ban depan. "Jangan berharap pada solusi ajaib," katanya dikutip Motorsport.com.

Sementara Gourmet yakin setelan kompon pas untuk ban depan akan diperoleh dalam sejumlah tes dua pekan sebelum musim perdana benar-benar digelar. Michelin akan menggelar tes resmi di Sepang dan Doha pada Februari mendatang.

Gourmet menilai dua sirkuit ini cocok untuk menguji ban depan Michelin lantaran bersuhu panas. Bahkan di Doha, suhu akan turun hingga 25 derajat pada malam hari. Kebetulan, MotoGP di Doha adalah edisi malam hari. Artinya, Michelin bisa mendapat masukan berharga soal suhu dalam tes di dua sirkuit Asia tersebut.

Apalagi, ban depan Michelin akan makin baik ketika digunakan pada saat suhu panas. "Secara keseluruhan, saya tak khawatir pada Qatar Grand Prix," kata Gourmet.

Keyakinan senada disampaikan Shuhei Nakamoto, Wakil Presiden Honda Repsol --tim yang dibela Marquez dan Dani Pedrosa. Nakamoto mengakui masih ada sejumlah masalah pada ban Michelin. Tapi itu hal biasa dalam sebuah perubahan baru.

"Saya pikir Michelin sama potensial seperti Bridgstone. Para pebalap harus paham bagaimana menggunakan ban baru ini," katanya dikutip Speedweek.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1ILJEVm
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat