Menyimak kontroversi tulisan Arab dalam kostum Agnes Monica

Agnez Mo tampil dalam "Konser Harmoni Special Agnes Monica" di Balai Sarbini, Jakarta (6 Desember 2013).
Agnez Mo tampil dalam "Konser Harmoni Special Agnes Monica" di Balai Sarbini, Jakarta (6 Desember 2013).

Penyanyi, Agnes Monica (Agnez Mo), menjadi buah bibir menyusul penampilannya dalam Konser Raya 21 Tahun Indosiar, di Istora Senayan, Jakarta, Senin (12/1/2016).

Saat itu, Agnez tampil dengan terusan jaring-jaring berwarna hitam, yang dilengkapi tulisan Arab. Rangkaian huruf arab itu terbaca sebagai "Al-Muttahidah", lebih kurang bisa diartikan sebagai "persatuan".

Keberadaan tulisan itu telah memicu perdebatan di media sosial. Di linimasa Twitter, akun resmi Indosiar (@IndosiarID) dan Agnez (@Agnezmo) jadi sasaran protes. Sejumlah akun menuding keberadaan tulisan Arab itu sebagai bentuk pelecehan terhadap umat muslim.

Di sisi lain, hadir penjelasan seputar arti "Al-Muttahidah" dari akun Twitter @AgnezmoHugeFans. Akun itu mengunggah pesan dari KTZ, jenama yang memproduksi kostum Agnez itu.

Dalam penjelasan yang disampaikan lewat fitur pesan pribadi di Instagram tersebut, KTZ menyebut tulisan Arab pada kostum Agnez memiliki arti: "United" (baca: serikat, persatuan).

Akun @agnezmo turut menyertakan kata "United" dalam sejumlah kicauan terakhirnya, Rabu (13/1). Kicauan @agnezmo itu, boleh saja dianggap sebagai bentuk klarifikasi atas pesan dalam kostumnya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut menanggapi kontroversi ini. Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, Cholil Nafis, menyebut kostum Agnez bukan bentuk pelecehan terhadap umat muslim.

"Tidak ada unsur pelecehannya. Itu lumrah saja, enggak ada unsur tersebut. Kecuali kalau di dalamnya ada bacaan Al Quran, baru saya tidak setuju. Kata teman yang lihat hanya kata-kata 'Al Muttahidah', itu kan persatuan artinya," ucap Cholil, dilansir Detikcom (12/1).

Komentar serupa juga datang dari sejumlah akun Twitter berpengaruh. Misalnya komentar dari @Savicali (36 ribu pengikut), dikenal sebagai akun kepunyaan aktivis muda Nahdlatul Ulama, Savic Ali.

"Sing ngerti Arab enggak bakalan ngeributin kostumnya @agnezmo. Koran Arab diinjek-injek mo protes? Kebodohan memang sumber kesalahpahaman," tulis @Savicali.

Umumnya, sejumlah akun berpengaruh menilai kritik yang diarahkan kepada Agnez terlalu berlebihan.

Pembelaan itu --yang didukung juga oleh para penggemar Agnez-- telah membawa kata kunci "AgnezMo" dalam daftar tren Indonesia, Rabu (13/1) pagi. Berikut, kami kutip sejumlah komentar menarik dalam topik ini.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1mWRmCu
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat