Menilik ragam kopi Nusantara

Indonesia kaya dengan ragam kopi yang digemari.
Indonesia kaya dengan ragam kopi yang digemari.

Menyeruput secangkir kopi dapat membuat kita merasa senang. Hal ini terbukti secara ilmiah.

Mengawali hari atau di waktu luang, minum kopi ditemani kudapan yang pas bisa jadi aktivitas menyenangkan.

Anda bisa memilih beragam jenis kopi dengan cara penyajian sesuai dengan selera. Mulai dari espreso, latte, cappuccino hingga frappe, seperti dilansir Glamour.

Beruntunglah kita di Indonesia. Dilansir Tempo, negeri ini menduduki peringkat ke tiga penghasil kopi di dunia. Kopi Indonesia juga populer dan digemari di berbagai penjuru dunia. Ini karena rasanya sulit ditiru negara lain.

Indonesia juga merupakan negara dengan kopi spesialti terbanyak di dunia, begitu ditulis MSN. Beberapa perkebunan penghasil kopi terbaik tersebar di Indonesia. Masing-masing memiliki karakteristik yang khas.

Mari menilik ragam kopi Nusantara. Berikut kami pilihkan yang populer di mancanegara dari 10 daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia.

Kopi Aceh Gayo

Ditulis Viva, kopi Gayo dari Aceh dikembangkan di tiga kabupaten. Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Ketiganya memiliki kesesuaian tempat, cocok menghasilkan biji kopi berkualitas premium.

Cita rasa kopi Gayo sendiri lebih pahit dengan tingkat keasaman rendah. Aromanya yang sangat tajam menjadikan jenis kopi ini disukai. Meskipun rasanya pahit, kopi Gayo memberi aroma gurih ketika Anda meneguknya, seperti dilansir OttenMagazine.

Kopi Sumatera

Kopi asal Sumatera merupakan salah satu kopi terkenal di dunia. Tepatnya kopi dari Sumatera Utara seperti kopi Sidikalang, Lintong dan Mandheling.

Ciri kopi Sumatera adalah cita rasa yang berat di antara jenis-jenis kopi di dunia. Teksturnya halus namun beraroma tajam. Ini menjadikan kopi Sumatera salah satu kopi paling laris.

Kopi Sulawesi

Kopi Tana Toraja memiliki bentuk biji yang lebih kecil, mengilap dan licin. Rasanya kuat, kadar asamnya pun tinggi. Ciri ini menjadikan kopi Toraja diminati penggemar kopi yang memang menyukai kopi dengan keasaman tinggi.

Kopi Toraja memiliki rasa asam dan pahit yang kuat, juga lebih harum. Uniknya, seperti ditulis Nova, kopi Toraja ini tidak meninggalkan rasa pahit. Pada tegukan pertama, sensasi pahitnya hilang seketika.

Kopi Kintamani, Bali

Kopi Bali Kintamani memiliki cita rasa buah-buahan yang asam dan segar. Ini karena tanaman kopi di Bali Kintamani ditanam dengan sistem tumpang sari bersama dengan aneka sayuran dan buah jeruk. Akibatnya biji kopi meresap rasa buah jeruk.

Cita rasanya lembut dan tidak berat. Ini bisa menjadi pilihan bagi Anda yang tidak menyukai kopi beraroma dan rasa yang kuat. Atau belum pernah menyeruput kopi.

Kopi Wamena

Tribun menulis, Kabupaten Wamena, Provinsi Papua merupakan penghasil kopi Arabika berkualitas tinggi. Petani kopi di Papua menanam kopi secara organik. Cita rasa yang khas didapat karena tanaman kopi tumbuh di daerah Pegunungan Jayawijaya Wamena dengan ketinggian hingga 1.600 meter di atas permukaan laut. Sehingga, rasanya tidak terlalu asam.

Untuk Anda yang menyukai kopi dengan rasa ringan dan lembut maka kopi Papua Wamena adalah pilihan yang tepat. Sebab, aroma tajam yang nikmat serta tekstur yang nyaris tanpa ampas.

Kopi Flores

Tidak hanya keindahan alam yang dimiliki Flores. Kopi yang nikmat juga dihasilkan dari Kabupaten Ngada, Flores. Kopi Flores Bajawa biasanya melalui proses giling basah.

Kopi ini memiliki sedikit aroma buah dan sedikit bau tembakau setelah Anda meneguknya. Ini jadi keunikan tersendiri yang hanya Anda dapatkan ketika menyeruput secangkir kopi Flores Bajawa.

Kopi Jawa

Kopi Jawa tidak memiliki bentuk yang sama dengan kopi Sumatra dan Sulawesi. Begitupun dengan cita rasa tidak sekuat kopi Sumatera atau Sulawesi.

Tapi kopi Jawa tetap menjadi jawara bagi penikmat kopi ringan. Kopi yang diproses secara basah ini juga menimbulkan aroma rempah.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1neA03N
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat