Mengapa lampu rem mesti berwarna merah

Lampu belakang, termasuk rem, mobil dan motor yang menyala di malam hari.
Lampu belakang, termasuk rem, mobil dan motor yang menyala di malam hari.

Kerap kita melihat para pengendara, khususnya motor, yang memodifikasi lampu belakang, termasuk lampu rem. Mereka menggantinya dengan lampu yang sangat terang dengan warna selain merah, biasanya putih atau biru, atau mencopot mika pelindung lampu.

Blogger lokal aripitstop dan injeksirodadua pernah mengutarakan kekesalannya atas fenomena ini. Bagi mereka, mengaplikasikan lampu rem berwarna putih dan mencopot mikanya (selubung) akan sangat berbahaya bagi pengendara dibelakangnya karena terkena imbas silau.

"Bohlam lampu belakang rata2 memiliki daya sebesar 25 watt. Daya itu hampir setara dengan bohlam lampu depan jadi bisa dibayangkan kalau mika lampu belakang dilepas maka saat lampu rem menyala akan menyala seperti lampu depan. Hal ini sangat berbahaya karena dapat menyilaukan pandangan biker di belakangnya dan bisa timbul kecelakaan," tulis aripitstop.

Patut Anda ketahui, fungsi utama lampu belakang kendaraan adalah sebagai tanda atau kode bagi pengendara lain di belakang kendaraan Anda. Ia memberitahukan bahwa Anda akan memperlambat laju kendaraan atau memberhentikannya.

Mika pada lampu belakang kendaraan juga didesain untuk menyebarkan cahaya dari lampu rem ke segala arah. Hal ini berbeda dengan reflektor lampu depan yang memang didesain agar pancaran lampu fokus ke jalanan.

Mengapa lampu rem kendaraan harus berwarna merah?

Laman Orbit menjabarkan bahwa menurut ilmu fisika, warna merah merupakan spektrum elektromagnetik yang tampak oleh manusia. Mata normal manusia akan dapat menerima panjang gelombang dari 400 sampai 700 nm (batas panjang gelombang), meskipun beberapa orang dapat menerima panjang gelombang dari 380 sampai 780.

Warna merah memiliki gelombang yang paling panjang dibandingkan dengan warna lainnya. Dengan begitu, warna merah menjadi warna yang mudah diterima oleh mata dari jarak yang lumayan jauh. Warna merah juga dapat diterima dalam keadaan gelap ataupun kondisi berkabut. Dengan demikian, lampu warna merah akan membuat pengendara di belakang bisa dengan cepat mendeteksi adanya kendaraan lain di depannya.

Hal senada juga dipaparkan Tanya Kenapa. Besarnya penghamburan cahaya tergantung dari warnanya. Warna merah adalah warna yang paling sedikit dihamburkan, sehingga dapat merambat dengan jarak yang lebih jauh dibandingkan warna lainnya.

Instruktur Defensive Driving dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Boy Falatehansyah, menegaskan bahwa lampu-lampu pada kendaraan bermotor adalah sarana untuk berkomunikasi dengan pengguna jalan lain.

"Sering sekali kita temukan banyaknya pengendara roda dua yang tidak memiliki lampu belakang dan rem, ini sangatlah berbahaya dan sudah pasti melanggar undang-undang jalan raya di Indonesia," kata Boy, seperti dikutip dari Detik.com.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1PjNAcR
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat