Mencinta membantu Anda meraih sukses

Penelitian menunjukkan saat kita terikat dengan seseorang, berdua kita membentuk satu unit fisiologis.
Penelitian menunjukkan saat kita terikat dengan seseorang, berdua kita membentuk satu unit fisiologis.

Pentingnya menjadi independen dan mandiri seringkali membuat kita terpaku pada stereotip. Bahwa kita tak boleh bergantung pada orang lain. Kita bertanggungjawab atas kebahagiaan diri sendiri.

Itu ada benarnya. Namun, tak mutlak demikian. Paling tidak, itulah pendapat Amir Levine dan Rachel Heller dalam bukunya Attached.

Mereka mengungkap bahwa cara berpikir demikian dalam sebuah hubungan adalah salah. Dari perspektif biologis pun keliru. Karena saat dua orang saling terikat, mereka menjadi satu.

Saat pasangan sedih, kita ikut sedih. Jika dia bahagia, kita pun senang. "Dependensi adalah fakta. Bukan pilihan atau preferensi," kata Levine dilansir Elite Daily.

Dalam buku itu, Levine dan Heller menulis, kebutuhan akan sosok untuk berbagi hidup adalah bagian genetik dalam diri kita. Tak ada hubungannya dengan seberapa besar kita mencintai diri sendiri. Atau kecukupan batin kita.

Saat kita memiliki seseorang yang istimewa, ada kekuatan yang sering tak dapat dikendalikan. Pola perilaku baru mulai berlaku. Tak peduli seberapa independen kita sebelumnya. Ini terjadi di luar sadar.

Untuk menjadi bahagia dalam suatu hubungan, kita tidak harus memilih. Misal, cinta atau karir.

YourTango mencoba meyakinkan kita agar tak ragu mencinta lewat enam alasan. Karena cinta tidak harus menjadi penghalang bagi karir.

Kemampuan kita melangkah maju justru datang dari rasa aman. Mengetahui bahwa ada orang yang dapat kita andalkan.

Ini disebut dengan paradoks dependensi. Semakin dua orang saling bergantung, semakin independen dan berani pula mereka.

Mereka tahu ada seseorang yang siap sedia saat butuh tempat berkeluh kesah. Ada seseorang yang bersedia memberikan saran dan bantuan saat dibutuhkan.

Keliru jika berpikir Anda tak bisa memiliki cinta sekaligus meraih sukses.

Penulis Think and Grow Rich, melakukan riset 25 tahun tentang penyebab kegagalan dan sukses. Terungkap bahwa perempuan selalu jadi motif pencapaian seorang pria. Makanya ada ungkapan "Di balik pria hebat, ada perempuan yang tak kalah hebat."

Levine dan Heller punya nasihat bagi Anda yang meragu. Jika Anda ingin mengambil jalan independensi dan kebahagiaan, temukan seseorang yang dapat Anda andalkan untuk menyusuri jalan tersebut berdua.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1SzoiwI
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat