Memahami teknik pengereman sepeda motor secara benar

Rem, salah satu elemen yang harus dikuasai pengendara motor
Rem, salah satu elemen yang harus dikuasai pengendara motor

Memasuki awal 2016, musim hujan bakal naik ke level puncak. Kami sarankan Anda tetap berkendara secara aman saat hujan. Selain itu sedia jas hujan dan tetap fokus saat menemui genangan atau banjir.

Mengendarai motor saat hujan berbeda dengan mengandarainya saat cuaca cerah. Antara lain cara membaca alur aspal yang basah, licin, maupun berpasir, hingga teknik pengereman.

Perlu diketahui, saat aspal basah oleh hujan, cengkraman ban akan berkurang dan berpotensi membuat ban motor tergelincir apabila Anda tak hati-hati saat melakukan pengereman.

Safety Riding Analyst Astra Motor, Michael Gerald, menyarankan akselerasi (bukaan gas) dan mengerem lebih halus serta tidak tiba-tiba sehingga risiko motor tergelincir bisa dihindari.

"Agar lebih aman, pengendara diimbau untuk menghindari pemakaian ban tipe slick ketika hujan. Ban tipe ini tidak memiliki alur ban yang membuang air, sehingga grip ban akan licin," ujar Gerald dikutip Beritasatu (21/12/2015).

Gerald juga menganjurkan pengendara motor untuk mengurangi kecepatan ketika melintasi genangan. Alasannya, genangan air mampu meredam kecepatan motor secara tiba-tiba yang mengakibatkan pengendara kehilangan keseimbangan.

Lagi pula, "Ada kemungkinan genangan air menutupi jalanan yang berlubang. Jadi harus berhati-hati saat melewatinya," tambah dia.

Pahami cara mengerem secara benar

Sebenarnya teknik pengereman secara benar dan hati-hati tak hanya diterapkan ketika aspal basah, tetapi juga saat aspal kering dan cuaca cerah.

Teknik pengereman adalah faktor penting dalam berkendara baik motor maupun mobil. Boleh jadi, pengendara yang setiap hari mengendarai motor pun belum tentu memahami teknik yang benar dalam melakukan pengereman.

Anda tidak disarankan meletakkan jari di tuas rem. Bila sebaliknya, Anda terancam bahaya lantaran jari tangan bisa reflek dan tak sengaja menarik tuas rem akibat situasi tertentu.

"Alasannnya, pertama, telapak tangan tidak cukup kuat untuk menahan beban motor jika hanya ditopang tiga jari. Jempol, jari manis dan kelingking," ujar Training Director Jakarta Defense Driving Consulting (JDCC) Jusri Palubuhu yang ditulis Sindonews.

Ditambahkan Emerson Tantono, Network Development dan Instruktur Senior Safety Riding PT Astra Honda Motor, pengereman yang efektif adalah dengan menggunakan rem depan dan belakang secara bersamaan, bukan justru mengoptimalkan salah satu.

"Kita tidak bicara presentase kekuatan, misalnya rem depan dan belakang harus total jumlahnya 100 persen," tegas Emerson dilansir Kompas Otomotif.

Laman Welovehonda.com memaparkan secara detail bagaimana melakukan teknik pengereman secara benar, terutama bila Anda adalah pengendara pemula motor. Tiga di antaranya adalah;

  1. Anda harus menutup putaran gas saat memutuskan mengerem.
  2. Mengerem yang baik adalah menarik tuas rem dengan cara meremas seperti bersalaman. Pada saat bersamaan, kaki kanan memijak rem belakang sebagai penyeimbang (non-motor otomatis). Pastikan posisi sepeda motor tegak (tidak miring) sehingga bisa menghindari risiko tergelincir atau terpeleset.
  3. Melakukan evaluasi. Caranya membuat penanda untuk mengukur jarak pengereman ideal di sepanjang lintasan pengereman.

Dengan memahami tehnik pengereman motor secara benar, artinya Anda telah memahami salah satu elemen keselamatan berkendara selain peralatan keamanan berkendara (safety gear) yang Anda kenakan.

Semoga informasi ini bermanfaat.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1MQkM9Z
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat