Mantan Menteri Agama itu divonis 6 tahun penjara

Terdakwa kasus dugaan korupsi dana haji Suryadharma Ali menunjukkan buku karyanya sebelum menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (11/1/2016). Sidang mantan Menteri Agama tersebut mengagendakan pembacaan vonis.
Terdakwa kasus dugaan korupsi dana haji Suryadharma Ali menunjukkan buku karyanya sebelum menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (11/1/2016). Sidang mantan Menteri Agama tersebut mengagendakan pembacaan vonis.

Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali dijatuhkan hukuman 6 tahun penjara ditambah denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan dan pidana uang pengganti sejumlah Rp1,8 miliar subsider 2 tahun kurungan oleh Majelis Hakim di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Senin malam (11/1/2016).

Suryadharma Ali atau SDA terbukti melakukan tindak pidana korupsi penyalahgunaan Dana Operasional Menteri dan penyelenggaraan haji periode 2010-2013.

Vonis SDA lebih rendah dari tuntutan jaksa yakni 11 tahun penjara serta denda Rp3 miliar dengan subsider 4 tahun kurungan.

"Menyatakan terdakwa Suryadharma Ali telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan alternatif kedua, kata Ketua Majelis Hakim, Aswijon, seperti yang ditulis Antaranews.com.

SDA juga dinilai telah mengarahkan tim Penyewaan Perumahan Jemaah Haji Indonesia agar menyewa penginapan yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Sebelumnya, jaksa mengatakan SDA telah memanfaatkan sisa kuota haji nasional tidak sesuai dengan ketentuan serta menyalahgunakan Dana Operasional Menteri (DOM) untuk kepentingan pribadi.

Atas penyalahgunaan wewenangnya, SDA dianggap merugikan keuangan negara sebesar Rp27.283.090.068 dan 17.967.405 riyal Saudi.

Dalam penyelenggaraan haji tersebut, SDA menunjuk orang-orang tertentu yang tidak memenuhi persyaratan menjadi petugas panitia penyelenggara ibadah haji di Arab Saudi.

Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu pun dianggap memanfaatkan sisa kuota haji nasional dengan tidak berdasarkan prinsip keadilan.

SDA mengakomodasi pula permintaan Komisi VIII DPR untuk memasukkan orang-orang tertentu supaya bisa naik haji gratis dan menjadi petugas panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) Arab Saudi.

Tak hanya itu, dia juga memasukkan orang-orang dekatnya, termasuk keluarga, ajudan, pengawal pribadi, dan sopir terdakwa ataupun sopir istri terdakwa agar dapat menunaikan ibadah haji secara gratis.

Dilansir merdeka.com, pada tanggal 4 Januari 2016 SDA membacakan nota pembelaan atau pledoi di depan majelis hakim. Dalam pledoinya SDA membeberkan seluruh prestasinya selama menjabat menjadi Menteri Agama.

"Alhamdulillah saya telah bekerja dengan sungguh-sungguh saya membantu 126 ribu jemaah dan itu hanya diserahkan kepada Allah SWT saya tidak akan menyesali. Sepenuhnya saya serahkan kepada majelis hakim demi keadilan Yang Maha Esa," ucapnya ketika sedang membacakan pledoinya di ruang sidang Tipikor, Senin (4/1/2016) malam.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1OLXmID
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat