Manchester United gagal menang walau tampil atraktif

Kapten Manchester United Wayne Rooney (tengah) disambut rekan-rekannya usai mencetak dua gol ke gawang Newcastle United, 12 Januari 2016
Kapten Manchester United Wayne Rooney (tengah) disambut rekan-rekannya usai mencetak dua gol ke gawang Newcastle United, 12 Januari 2016

Permainan Manchester United (MU) langsung berubah hanya dalam kurun tiga hari. Setelah bermain membosankan hingga suporternya tertidur di tengah permainan, Minggu (10/1/2016), MU tampil menghibur dengan permainan menyerang dan terbuka pada Selasa (12/1).

Tapi ketika MU mampu menang 1-0 dengan permainan membosankan, MU justru meraih hasil imbang kala bermain atraktif. Mereka ditahan tuan rumah Newcastle United 3-3 di St James Park.

Manajer Louis van Gaal tetap tidak puas seperti halnya saat bermain membosankan. Usai laga, Van Gaal mengatakan MU membuang kemenangan sehingga dipaksa meraih poin tunggal.

Sumbangan satu poin membuat "Setan Merah" melorot ke posisi enam klasemen sementara EPL. Adapun Newcastle masih tertahan di zona degradasi.

"Seharusnya MU mampu membungkus kemenangan lebih dini. Kami membuang dua poin, jadi ini menyedihkan," kata manajer asal Belanda itu.

MU memimpin lebih awal berkat gol dari tembakan penalti kontroversial kapten Wayne Rooney dan Jesse Lingard. Namun setelah Georginio Wijnaldum mencetak gol pertamanya sejak 19 Desember 2015 untuk Newcastle, MU mendapat tekanan hebat.

Newcastle kemudian sukses menyamakan kedudukan lewat tembakan penalti Aleksandr Mitrovic usai ditahan Chris Smalling di kotak penalti. Rooney kemudian membawa MU kembali unggul.

Tapi lagi-lagi, Newcastle mampu mencetak gol balasan lewat Paul Dummet pada masa akhir pertandingan. Van Gaal menyebut gol Dummet adalah representasi kesialan MU.

Kesialan itu juga termasuk kegagalan timnya menyelesaikan peluang. Antara lain lewat peluang Marouane Fellaini, Lingard, dan Rooney. "Kami seharusnya bisa mencetak enam gol," kata Van Gaal.

BBC menyebut penampilan MU dini hari tadi, terutama di sisi serangan, adalah salah satu paling menarik untuk ditonton meski hasilnya jauh dari harapan.

Mantan penyerang Inggris dan Newcastle, Alan Shearer, memuji pertandingan ini. "Saya memuji para pemain dan kedua manajer karena menunjukkan keinginan untuk menang. Saya pikir hasil imbang cukup adil."

Pujian juga disampaikan tukang kritik MU paling rajin pada musim ini, Paul Scholes. "Saya pikir sudah lebih baik dibanding sebelumnya. Inilah MU sebenarnya, menyerang dan mencetak gol. MU harus bermain seperti ini secara rutin," tukas eks gelandang MU itu dikutip The Guardian.

Hasil imbang disambut positif manajer Newcastle, Steve McClaren. Namun eks pelatih timnas Inggris menyampaikan kreditnya untuk para suporter.

Satu catatan menarik dari laga ini adalah Rooney. Kapten Inggris ini menjadi pemain terbaik (man of the match). Selain itu pemain berusia 30 ini selalu bertaji melawan Newcastle.

Sepanjang karier, dia mencetak 14 gol ke gawang Newcastle --terbanyak dibanding pemain lain di Inggris. Dia juga mengumpulkan umpan kunci (assist) paling banyak bila melawan Newcastle. Sejauh ini jumlahnya delapan assists.

Steve McClaren menyambut gembira gol yang dicetak anak asuhnya ke gawang Manchester United, 12 Januari 2016
Steve McClaren menyambut gembira gol yang dicetak anak asuhnya ke gawang Manchester United, 12 Januari 2016


from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1l4tRWf
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat