Malam tahun baru suram bagi 80 perempuan Jerman

Polisi Cologne melakukan penggeledahan guna menemukan tersangka penganiayaan seksual.
Polisi Cologne melakukan penggeledahan guna menemukan tersangka penganiayaan seksual.

Kanselir Angela Merkel gusar. Soalnya, laporan penganiayaan seksual oleh 80 perempuan di Cologne, kota terbesar keempat Jerman. Mungkin, sikap berangnya ikut dipicu oleh jumlah pelaku yang bilangannya jauh melebihi korban. Lewat takwil BBC diketahui bahwa 1000 pemuda mabuk dan berperilaku agresif diduga terlibat sebagai pelakonnya.

Walikota Cologne pun mengundang pihak kepolisian untuk membicarakan kasus tersebut.

Selain di Cologne, kejadian serupa menimpa sejumlah perempuan di Hamburg. Meski demikian, laku jinayah di Cologne dianggap jauh lebih serius.

Peristiwa terjalin pada malam tahun baru di alun-alun kota yang lokasinya diimpit stasiun besar kereta dan katedral bergaya Gothic. Pada latar rutin, kawasan itu tidak banyak mengundang rasa awas. Namun, saat Natal tiba dan Tahun Baru menjelang, area berubah menjadi zona bahaya. Pasalnya, copet dan maling telaten membidik mangsa.

Kepala kepolisian setempat menyebut bahwa rentetan insiden dilakukan oleh para lelaki yang penampilannya terlihat berasal dari "Afrika Utara atau kawasan Arab."

Seorang saksi mata mengisahkan kejadian yang menimpa pasangannya, yang kala itu membawa-serta anak gadisnya yang berusia 15 tahun. Kepada BBC, ia mengatakan bahwa gerombolan pria mengelilingi dua perempuan di sampingnya di luar stasiun. Namun, ia tidak kuasa menolong.

"Para penyerang merengkuhnya (sang pasangan) dan menjamah payudaranya serta menggerayanginya," ujarnya.

Dalam kasus lain, sekelompok perempuan dilempari kembang api oleh sekumpulan lelaki yang tidak dapat berbahasa Jerman atau Inggris.

"Mereka mencoba memeluk dan mencium kami. Salah satu dari mereka menjambret tas teman saya," ujar saksi perempuan itu. "Pria lainnya mencoba mengajak kami masuk ke 'taksi pribadinya'."

Belum dapat dipastikan apakah para pelaku merupakan pencari suaka atau bukan.

Kanselir Merkel telah meminta agar segala daya dikerahkan guna menemukan para pelakunya secepat mungkin. Hukuman mesti dijatuhkan kepada mereka tanpa memandang latar belakang.

Dalam beberapa bulan belakangan, gelombang pengungsi dari Timur Tengah dan Afrika Utara membanjiri Jerman. Negeri itu tak ayal kewalahan mengakomodasi arus raksasa tersebut. Desakan untuk memperketat perbatasan pun diserukan.

Dilansir The Wall Street Journal, jumlah pendatang yang memasuki Jerman hingga akhir tahun lalu mencapai satu juta orang. Rekor tertinggi kedatangan tercatat pada November, yakni 206.000 orang.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1OM0o18
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat