Layanan pengaliran musik dan piringan hitam meningkat di 2015

Antusiasme terhadap piringan hitam terus meningkat setiap tahun
Antusiasme terhadap piringan hitam terus meningkat setiap tahun

Meningkatnya pengguna layanan pengaliran musik membantu pertumbuhan bisnis musik secara keseluruhan di Amerika Serikat. Menurut laporan Nielsen Music dilansir Billboard (6/1/2016), total lagu yang diputar melalui streaming selama 2015 mencapai 317,2 miliar kali. Meningkat dua kali lipat dari 164,5 miliar lagu yang dialirkan sepanjang 2014.

Dengan penghitungan 1.500 lagu yang diputar melalui layanan pengaliran musik setara penjualan satu album, artinya ada 211,5 juta album yang terjual hanya dari ranah tersebut. Berbanding 109,7 juta salinan album yang laku pada 2014. Peningkatannya hampir 93 persen.

Tambahan lain berupa 337,9 juta salinan album digital yang terjual membuat total konsumsi album merangsek naik 15,2 persen dari 476,9 juta unit pada tahun 2014, menjadi 594,4 juta sepanjang periode 2015.

Larisnya ranah streaming berbanding terbalik dengan penjualan musik digital. Di kategori album misalnya. Jika pada tahun 2014 masih bisa terjual 106,5 juta salinan, tahun lalu angkanya menyusut menjadi 103,3 juta. Penjualan lagu juga menyusut, dari 964,8 juta unit tahun lalu berbanding 1,1 miliar lagu yang diunduh sepanjang 2014.

Hasil penjualan musik di Inggris Raya menurut hasil rilis British Phonographic Industry (5/1) juga menunjukkan gejala identik. Sebanyak 26,8 miliar lagu diputar melalui layanan pengaliran musik selama 2015. Jika menggunakan kombinasi streaming audio dan video (dari YouTube), angkanya membengkak jadi 53,7 miliar.

Siapa penyanyi yang berhasil menjual album terbanyak? Tak lain dan tak bukan adalah Adele. Meski dirilis pengujung tahun 2015, album 25 miliknya langsung melambung di posisi pertama berkat penjualan 2,4 juta salinan album hanya dalam waktu enam pekan.

Menyusul di bawahnya adalah album X milik Ed Sheeran. Album yang aslinya telah terbit sejak 20 Juni 2014 itu terjual sebanyak 971.000 unit. Jika ditotal sejak pertama rilis, maka penjualannya mencapai 2,66 juta. Posisi ketiga adalah milik Sam Smith lewat In The Lonely Hour yang laku 893.000 salinan.

Infografik rangkuman industri musik di Inggris selama tahun 2015
Infografik rangkuman industri musik di Inggris selama tahun 2015

Anomali piringan hitam

Salah satu medium penyimpanan fisik musik paling tua ini uniknya terus menerus mengalami peningkatan di tengah tren digital. Penjualannya terus menanjak. Di AS, sepanjang tahun lalu piringan hitam tercatat laku sebanyak 11,9 juta keping. Meningkat 9,2 juta keping dari penjualan sepanjang 2014.

"Penjualan piringan hitam didorong oleh toko rekaman independen dan konsumen pencinta album fisik yang mengutamakan kualitas suara terbaik," ujar David Bakula dari Nielsen Entertainment dilansir Reuters.

Tidak sebatas di negeri Paman Sam, di daratan Ratu Elizabeth, piringan hitam juga mencatat peningkatan penjualan yang signifikan. Sebanyak 2,1 juta keping album kemasan vinyl laris diburu tahun lalu. Bandingkan dengan 1,3 juta album yang terjual pada 2014.

Meski masih menyumbang sekitar 66% dari total penjualan album fisik di Inggris, penjualan compact disc (CD) justru mengalami penurunan sebanyak 3,9 persen. Versi cakram padat dengan ukuran yang lebih kecil dari piringan hitam tersebut terjual 53,6 juta copies selama periode 12 bulan terakhir.

Lesunya penjualan album rekaman versi fisik juga melanda AS. Dari 150 juta menjadi 137,5 juta alias menyusut 8,3 persen. Nama Adele lagi-lagi harus disebut di sini. Pasalnya, versi fisik album 25 yang dirilis oleh XL Recordings terjual 7,4 juta unit (5 juta dalam bentuk CD dan 116. 000 versi piringan hitam).



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1OOgWpj
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat