Kronologi meninggalnya perempuan usai minum kopi

Ilustrasi minum kopi.
Ilustrasi minum kopi.

Seorang perempuan tewas usai menyereput kopi di sebuah kafe di Grand Indonesia, Rabu (6/1). Mirna Salihin, 28 tahun, kejang-kejang usai menyeruput es kopi Vietnam. Namun saat dibawa ke Rumah Sakit Abdi Waluyo di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, nyawanya tak tertolong.

Menurut Kapolsek Tanah Abang AKBP Jefri Ronal, Jumat (8/1) penyebab kematian belum bisa dipastikan karena kopi. Kepolisian masih menyelidiki. "Karena kan itu baru satu seruput, terus tiba-tiba kejang-kejang," kata Jefri kepada Detik.com.

Polisi memeriksa cairan isi lambung korban. Riwayat kesehatan korban juga akan diteliti. Tak luput, cafe tempat minumnya juga diperiksa.

Menurut Joshua, dokter di Klinik D, yang pertama menangani Mirna, saat dibawa ke klinik, kondisi Mirna stabil. "Denyut nadi 80 kali per menit. Pernapasannya juga 16 kali per menit, itu normal," kata Joshua kepada Kompas.com Jumat (8/1).

Lokasi klinik D berada di satu lantai bawah kafe tempat korban menyeruput kopi. Cafe dan klinik itu berlokasi di lantai LG sisi barat Grand Indonesia.

Joshua mengatakan, Mirna dibawa ke kliniknya dengan menggunakan kursi roda pukul 17.25. Ia tiba dalam keadaan tak sadar. Ia didampingi temannya, pelayan, dan petugas keamanan setempat. "Kami pun memberikan penanganan pada umumnya, seperti memberikan oksigen, serta mengecek denyut nadi dan pernapasan. Penanganan dasar saja," ujar Joshua.

Sekitar lima menit, suaminya datang dan meminta agar Mirna dibawa ke RS Abdi Waluyo, Menteng. Joshua, mengutip keterangan dari suami korban, istrinya tak ada riwayat penyakit.

Joshua menilai tak ada tanda-tanda korban keracunan. Sebab, kata dia, korban keracunan biasanya akan muntah-muntah. "Tidak ada tanda-tanda yang mengerikan," ucap Joshua. Tubuh korban memang hangat dan tatapannya kosong. "Kami enggak nyangka kalau setelah itu dia meninggal," ujarnya.

Suami korban, Arief Soemarko, enggan berkomentar soal penyebab kematian istrinya. Dia masih menunggu keterangan resmi dari kepolisian, utamanya soal hasil uji laboratorium. "Saya nggak mau ngomong apa-apa karena nanti bisa merugikan banyak pihak. Nanti kita tunggu lagi aja omongannya polisi kayak apa," kata Arief kepada seperti dilansir Detik.com.

Pengelola kafe yang menjadi lokasi kejadian masih bungkam. Fadil, salah satu pegawai kafe itu, juga enggan memberitahukan peristiwa tersebut. "Saya bukan yang berwenang bicara, saya enggak tahu," kata Fadil saat ditemui merdeka.com di lokasi, Jumat (8/1).



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1PUt9b7
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat