Korban pencurian bagasi pesawat dapat tuntut maskapai

Ilustrasi penumpang di terminal kedatangan 1 B bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (3/1/2016).
Ilustrasi penumpang di terminal kedatangan 1 B bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (3/1/2016).

Pencurian barang di pesawat kembali mendapat sorotan. Polisi menangkap empat pencuri barang penumpang pesawat di Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Pelaku pencurian ternyata petugas angkut barang Lion Air berinisial S (22) dan M (29), serta petugas keamanan Lion Air A (28) dan H (29). "Pelaku menjalankan modus dodos atau membuka tas dan mengambil barang milik penumpang di kompartemen atau lambung pesawat," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Mohammad Iqbal di Jakarta dikutip Antara, Senin (4/1/2016).

Iqbal menjelaskan penangkapan berawal saat petugas menangkap tiga petugas ground handling berinisial A, H dan M pada Jumat (18/12). Ketiga pelaku bekerja sama mencuri dari dalam bagasi dan tas milik penumpang pesawat.

Selanjutnya, polisi meringkus tersangka S di Jalan Peta Barat Gang Waru RT006/011 Kalideres Jakarta Barat pada Senin (28/12).

S mengaku terpaksa mencuri karena sudah turun-temurun dilakukan oleh pekerja porter Lion Air. Dia mengatakan akan ditekan senior jika tidak mencuri. Ia menambahkan petugas keamanan maskapai berperan memuluskan pencurian tersebut dengan melihat kondisi sekeliling sebelum membongkar tas penumpang.

"Saya awalnya enggak mau mencuri, tetapi saya malah diancam akan dipukul dan digebukin, akhirnya ya saya ikutin. Katanya ini kan hasilnya buat sama-sama," ujar S dalam wawancara yang ditayangkan MetroTV.

Terungkapnya sindikat pencuri ini berawal dari laporan pencurian pada 16 November 2015 lalu. Petugas Polres Bandara Soekarno melakukan penelusuran pencurian tersebut.

Pada Sabtu 2 Januari 2016 malam, petugas menyaksikan pencurian melalui kamera tersembunyi atau CCTV yang dipasang oleh pengelola bandara PT Angkasa Pura II. Dalam rekaman CCTV tersebut terlihat keempat porter Lion Air dengan bebasnya membuka tas dan koper penumpang.

Dilansir Sindonews, Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi korban pencurian bagasi pesawat dapat menuntut maskapai. Menurut Tulus, maskapai bertanggung jawab penuh karena terjadi ketika pegawainya sedang bekerja

Maskapai, kata Tulus, seharusnya mengawasi pegawainya sehingga tidak terjadi kecolongan seperti itu. "Bisa saja korban yang barangnya dicuri itu nuntut atau minta ganti rugi tapi harus jelas buktinya," ujar Tulus.

Public Relation Lion Air Andy Saladin mengatakan, telah bekerja sama dengan pihak internal yang melakukan investigasi dan bekerja sama dengan petugas keamanan bandara serta polisi. "Apabila memang ada securiti maskapai yang terlibat dan ada barang buktinya, akan diserahkan ke pihak kepolisian," katanya.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1Z0jC2I
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat