Kode domain ".id" semakin digemari

Ilustrasi pengguna internet
Ilustrasi pengguna internet

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mencatat pertumbuhan kode domain ".id" yang cukup signifikan sepanjang 2015. Pada 31 Desember 2015 pukul 24.00 WIB tercatat 153.006 domain berakhiran .id yang aktif, meningkat dari 123.751 di akhir tahun sebelumnya, atau naik 23,6 persen.

Ketua PANDI, Andi Budimansyah, dalam rilis pers yang diterima Beritagar.id, Senin (11/1/2015), menyatakan senang dengan pertumbuhan kode domain .id ini. "Pertumbuhan pesat ini terjadi terutama karena minat masyarakat yang besar pada domain .id," ungkap Andi. Domain yang baru dirilis pada 17 Agustus 2014 ini tercatat tumbuh lebih dari 12 ribu nama domain sepanjang 2015.

Selain kode domain .id, pertumbuhan yang pesat juga dialami oleh kode domain .co.id dan .my.id.. Kode domain untuk perusahaan dan pribadi tersebut masing-masing tumbuh di atas 9.000 dan 6.000 nama domain sepanjang 2015.

"Kalau dari prosentasenya, .my.id mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 215 persen, disusul .id sebanyak 156 persen," kata Andi.

Yang menarik adalah lonjakan pertumbuhan kode domain .desa.id sebanyak 84 persen di 2015. Pada awal 2015, kode domain .desa.id baru berjumlah 1.336. Dalam setahun jumlahnya melonjak menjadi 2.458 nama domain.

"Ini menunjukkan semakin banyaknya desa yang mampu memanfaatkan internet di Indonesia," lanjut Andi.

PANDI optimis pertumbuhan nama domain dengan akhiran .id akan meningkat dengan sangat pesat pada 2016. Tahun ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memulai program "1 Juta Domain .ID" yang akan dijalankan selama tiga tahun. Dengan program ini, PANDI memprediksi nama domain .id akan berjumlah lebih dari dua kali lipat pada akhir 2016.

Rencananya, program "1 Juta Domain .ID" akan mulai dijalankan oleh Kementerian Kominfo RI pada Februari 2016. Program ini akan menyediakan satu juta situs internet yang menggunakan kode domain .id dan menggunakan server di Indonesia dalam waktu tiga tahun.

Pada tahap awal, program ini akan menyasar kelompok usaha kecil dan menengah (UKM) dan sekolah. Selain untuk meningkatkan konten lokal, program ini diharapkan mampu meningkatkan penggunaan trafik internet dalam negeri dan mengurangi penggunaan bandwith internet internasional yang mahal. Pada akhirnya, program ini diharapkan akan meningkatkan kinerja perekonomian digital Indonesia.

Tahun ini, PANDI juga akan menambah jumlah registrar (perusahaan yang diberikan ijin untuk menjual domain) yang menjadi ujung tombak pendaftaran nama domain.

Selama tiga tahun terakhir, PANDI membatasi jumlah registrar hanya dua belas perusahaan. Mulai 1 Februari 2016, PANDI akan membuka pendaftaran registrar baru dengan model akreditasi.

"Dengan penambahan registrar, pelayanan kepada pengguna nama domain .id diharapkan dapat menjadi semakin baik," pungkas Andi.

Infografis perkembangan domain di Indonesia
Infografis perkembangan domain di Indonesia


from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1SffY5U
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat