Kereta Jakarta-Bandung dipercepat, proyek lainnya juga dikebut

Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Menhub Ignasius Jonan (dari kanan-kiri), Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Hermanto Dwiatmoko, Dirut PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi, Dirut PT KAI Eko Sukmoro, serta Menteri ATR/Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan meninjau proyek pembangunan jalur kereta api di kawasan Bandara Internasional Soekarno - Hatta, Tangerang, Banten, Senin (14/12/2015). Jalur KA bandara yang panjang jaringan rel 12 km dari Batu Ceper ke Bandara Soekarno Hatta, konstruksinya diharapkan selesai akhir 2016 dan kereta bandara diharapkan dapat beroperasi pada 2017.
Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Menhub Ignasius Jonan (dari kanan-kiri), Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Hermanto Dwiatmoko, Dirut PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi, Dirut PT KAI Eko Sukmoro, serta Menteri ATR/Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan meninjau proyek pembangunan jalur kereta api di kawasan Bandara Internasional Soekarno - Hatta, Tangerang, Banten, Senin (14/12/2015). Jalur KA bandara yang panjang jaringan rel 12 km dari Batu Ceper ke Bandara Soekarno Hatta, konstruksinya diharapkan selesai akhir 2016 dan kereta bandara diharapkan dapat beroperasi pada 2017.

Kunjungan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil bersama dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat ke Istana Negara membuahkan hasil.

Salah satunya adalah proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dipercepat. Bahkan, rencananya tanggal 21 Januari 2015 mendatang, peletakan batu pertama atau groundbreaking yang menandakan dimulainya proyek itu dilakukan.

"Perizinan hampir selesai semua, diharapkan tanggal 15 (Januari) selesai," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Jakarta dalam BBC Indonesia, Senin (4/1/2016).

Seperti diketahui, proyek kereta cepat yang memakan biaya sebesar USD5,5 miliar itu akan dikerjakan oleh PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) dengan bekerja sama dengan empat perusahaan patungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Rencananya, kereta cepat akan memiliki panjang jalur 150 kilometer dan akan melewati delapan stasiun, mulai dari Gambir, Manggarai, Halim Perdanakusuma, Karawang, Walini, Bandung Barat, Kopo dan Gede Bage.

Sebagai permulaan, proyek akan dimulai dari kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, hingga kawasan Tegal Luar, Kabupaten Bandung. Sekali jalan, kereta ini bisa membawa 1.500 penumpang. Targetnya, 2018 proyek ini selesai.

"Kami di Bandung menyambut baik. Pertumbuhan ekonomi Bandung sekarang 8,8 persen, tanpa transportasi publik. Dapat dibayangkan kalau ada high speed train dan light rail transit, saya punya keyakinan pertumbuhan di atas 10 persen," kata Ridwan Kamil.

Untuk memudahkan calon penumpang, kereta cepat tersebut akan terintegrasi dengan stasiun-stasiun dalam kota. Menurut Ahmad Heryawan, kereta cepat akan terhubung dengan stasiun di dalam Kota Bandung hingga Kabupaten Bandung.

Di Jakarta, Djarot mengatakan kereta cepat tersebut akan terintegrasi dengan Stasiun Manggarai sehingga beban lalu lintas jalan akan berkurang.

Meski begitu, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan masih pesimistis rencana itu akan berjalan lancar. "Belum tahu apakah 21 Januari bisa groundbreaking atau tidak, wong banyak yang belum diselesaikan. Kalau apanya, banyak," kata Jonan seperti yang dilansir Liputan6.com, Selasa (5/1/2016).

Beberapa hal yang belum selesai adalah revisi izin trase yang belum diserahkan oleh para kontraktor. Tidak hanya itu, persoalan lain yang belum dilakukan adalah penyertaan bukti permodalan yang dimiliki perusahaan untuk membangun kereta cepat tersebut. Jonan menyebutkan modal yang harus dibuktikan minimal Rp1 triliun.

Proyek kereta 2016

Selain kereta cepat Jakarta-Bandung, pemerintah juga saat ini tengah mengejar pembangunan transportasi kereta di beberapa daerah lainnya.

Salah satunya adalah proyek kereta Bandara Soekarno-Hatta. Saat ini pembebasan tanah untuk proyek kereta ini sudah mencapai 92 persen dan hanya tinggal 100 kepala keluarga dari 800 kepala keluarga yang akan dilanjutkan proses ganti ruginya.

PT KAI telah membayar ganti rugi 36 bidang tanah senilai Rp50,4 miliar untuk lahan 9.723 meter persegi. Setelah urusan tanah selesai, maka pemasangan rel akan langsung dikerjakan.

Dilansir Antaranews.com, kereta api Bandara Soekarno-Hatta berangkat dari Stasiun Manggarai ke Stasiun Bandara dengan panjang 36,3 kilometer melewati dan berhenti di Stasiun Sudimara Baru, Stasiun Duri, dan Stasiun Batu Ceper dengan waktu tempuh 58 menit.

Setiap hari, Railink selaku operator akan mengoperasikan 124 perjalanan dengan 10 rangkaian kereta di mana satu rangkaian terdiri dari enam hingga 10 gerbong kereta yang ditargetkan bisa membawa 33.000 penumpang dari atau ke Bandara Soekarno Hatta setiap hari.

Selain itu, Presiden Jokowi juga akan memulai pembangunan jalan kereta api di Tanah Papua dari wilayah Sorong, Papua Barat pada tahun ini juga.

Presiden Jokowi awalnya memperkirakan studi kelayakan pembangunan jalur KA di Papua akan selesai dalam waktu setahun namun ternyata tidak dapat diselesaikan dalam setahun. "Tidak apa-apa, yang penting jalur ini bisa dibangun. Kemungkinan besar dimulai di Sorong. Daerah lain jangan jadi marah," katanya dalam Tempo.co.

Presiden Jokowi kembali menyatakan seluruh kabupaten di Papua ditargetkan pada 2018 sudah tersambung semua melalui jalur darat. "Dan mohon doa restu tahun ini moga-moga jalur kereta api juga sudah mulai dibangun," kata Presiden.

Ada juga proye pembangunan kereta api di Sulawesi Selatan untuk menghubungkan Makassar dengan Pare-Pare. Dirut PT KAI Edi Sukmoro mengatakan kereta yang sedang dibangun ini memiliki panjang 1,435 meter, lebih panjang dari yang dioperasikan selama ini di Jawa, yakni 1,067 meter.

Jalur kereta tersebut sampai saat ini sudah dibangun dengan progres mencapai 80 persen.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1INQCcC
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat