J.J. Abrams bicara soal kemiripan The Force Awakens dengan A New Hope

Sutradara J.J. Abrams (kiri) bersama George Lucas, kreator Star Wars saat premiere Star Wars Episode VII: The Force Awakens di California (14/12/2015).
Sutradara J.J. Abrams (kiri) bersama George Lucas, kreator Star Wars saat premiere Star Wars Episode VII: The Force Awakens di California (14/12/2015).

Sutradara J.J. Abrams memberikan respon terhadap kritikus yang mengatakan kalau jalan cerita Star Wars Episode VII: The Force Awakens terlalu mirip dengan Star Wars Episode IV: A New Hope (1977).

Kepada HollywoodReporter (8/1/2016), Abrams mengatakan bahwa yang terpenting baginya ialah memperkenalkan karakter baru. Abrams mengatakan bahwa ia berusaha merangkum episode lama sambil memperkenalkan sesuatu yang baru.

"Saya mengerti, seseorang mungkin akan mengatakan kalau The Force Awakens benar-benar meniru A New Hope. Namun bagiku, yang terpenting ialah memperkenalkan karakter baru. Pengenalan cerita baru, sejauh yang kita ketahui, bisa ke belakang atau ke depan," jelas Abrams.

Sutradara berumur 49 tahun ini tahu kalau penggemar Star Wars sangat banyak dan mengakui kalau awalnya ia mengalami ketakutan saat menangani proyek Episode VII.

"Apapun yang kami perbuat akan ada sekelompok orang, saya harap jumlahnya sedikit, yang bakal mempermasalahkan banyak hal," Abrams menjelaskan kekhawatirannya.

"Namun saya mengetahui bahwa alasan kami membuat Episode VII adalah kami yakin kalau film ini akan menjadi sesuatu yang berarti, sesuatu yang spesial, menghibur dan sepadan dengan waktu yang dihabiskan orang untuk menontonnya," tambahnya.

Contoh banyaknya kesamaan antara Episode VII dengan Episode IV bisa dilihat di sebuah artikel oleh EntertainmentWeekly (19/12/2015). Mereka menemukan sampai 18 hal yang mirip.

Misalnya, adanya droid yang membawa informasi berharga dan tersesat di planet gurun pasir. Di Episode IV, C-3PO dan R2-D2 membawa pesan video Putri Leia kepada Obi-Wan Kenobi di planet Tattoine, sementara di Episode VII ada BB8 yang membawa peta lokasi Luke Skywalker di planet Jakku, yang juga dipenuhi gurun pasir seperti Tattoine.

Lalu, ada penjahat bertopeng yang mencari droid tersebut. Di Episode VII penjahat tersebut adalah Kylo Ren, sementara di Episode IV adalah Darth Vader.

Satu lagi, kedua film ini memiliki dua stasiun raksasa milik penjahat yang memiliki ukuran super besar dan bisa menghancurkan planet.

Yang pasti, kemiripan The Force Awakens dengan A New Hope mungkin malah menjadi salah satu faktor pemuas penggemar dan penonton pada umumnya. Pasalnya, perolehan box office-nya sangat kuat.

Hingga pekan keempat setelah diluncurkan, The Force Awakens masih mampu menjadi nomor satu di peringkat box office Amerika Serikat, dengan penghasilan USD41,6 juta (Rp576,9 miliar). Pemasukan total di AS selama empat pekan mencapai USD812 juta (Rp11,2 triliun).

Secara global, dilansir dari BoxOffice Mojo, The Force Awakens sudah mendapat USD1,7 miliar (Rp23,5 triliun), hanya kalah dari dua karya James Cameron yaitu Avatar (2009) dan Titanic (1997).



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1N4H6N3
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat