Jennifer Lawarence mengaku berutang pada Planned Parenthood

Jennifer Lawrence mendapat edukasi tentang seks dari Planned Parenthood
Jennifer Lawrence mendapat edukasi tentang seks dari Planned Parenthood

Sosok Jennifer Lawrence kembali blak-blakan. Kali ini terkait masa lalunya. Dalam wawancaranya bersama majalah Glamour (5/1/2015), aktris berusia 25 itu mengaku berterima kasih kepada Planned Parenthood, organisasi nirlaba di Amerika Serikat yang membantu wanita mendapatkan pengetahuan serta pelayanan kesehatan reproduksi.

Melalui klinik-kliniknya, Planned Parenthood memberikan layanannya kontrasepsi hingga membantu wanita melakukan aborsi secara legal dan aman.

J-Law yang dinobatkan Entertainment Weekly sebagai "Sosok Penghibur 2015" mengaku bisa mantap menjalani karier dan memetik kesuksesan seperti sekarang karena tidak mengalami kehamilan di masa remajanya. Dan itu berkat Planned Parenthood.

Mengaku dibesarkan di lingkungan keluarga yang religius di mana hal-hal berkaitan dengan seks dan organ reproduksi adalah hal tabu untuk dibicarakan, aktris peraih Oscar itu mengaku mendapatkan informasi tersebut dari Planned Parenthood.

"Mereka lebih dari sekadar layanan penyedia aborsi. Saya tidak akan bisa mendapatkan informasi soal kondom, keluarga berencana, dan hal lain berkaitan dengan reproduksi yang saya butuhkan ketika remaja jika bukan karena Planned Parenthood," ungkapnya.

Karena pencerahan yang didapatkannya itu, Lawrence bisa menghabiskan masa remajanya di Louisville, Kentucky, AS, tanpa mengalami kehamilan di luar nikah atau melakukan aborsi pada usia muda karena tidak mendapat edukasi soal seks.

Perihal banyaknya gelombang protes terhadap eksistensi Planned Parenthood, mantan kekasih aktor Nicholas Hoult itu mengatakan, "Apa yang salah dengan memberikan edukasi tentang keluarga berencana, alat kontrasepsi, serta deteksi dini untuk kanker rahim dan payudara?"

Lawrence sebenarnya sudah lama menyuarakan dukungannya pada Planned Parenthood juga Partai Republik di AS yang ironisnya justru menentang organisasi tersebut.

Saat diwawancara majalah Vogue terbitan Desember 2015 (h/t Yahoo! News), Lawrence mengaku bahwa dukungannya kepada Partai Republik telah luntur. "Saya dibesarkan seorang republikan, tapi saya tidak bisa membayangkan mendukung partai yang justru tidak mendukung hak-hak dasar perempuan," tegas Lawrence.

Partai Republik menuding Planned Parenthood adalah organisasi yang layanan utamanya berupa praktik aborsi. Apalagi pemerintah setiap tahun mengucurkan dana hingga USD500 juta setiap tahun untuk organisasi tersebut.

Tudingan tersebut dibantah Planned Parenthood dan pendukungnya. Sebagian besar dana organisasi dari pemerintah mereka digunakan untuk penyuluhan KB, pemberian alat kontrasepsi, pemeriksaan kanker, serta pendeteksian dan pencegahan penyakit-penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1PeARrH
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat