Jangan takut melaporkan aksi balap liar di wilayah Anda

Aksi balap liar di wilayah perumahan.
Aksi balap liar di wilayah perumahan.

Tak bisa dipungkiri, balapan liar masih kerap berlangsung di sejumlah ruas jalan di beberapa daerah di Indonesia. Seperti yang terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu malam (3/1/2016) hingga Senin dini hari (4/1).

Sindonews.com mengabarkan bahwa tim Polrestabes Makassar harus berulang kali melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan aksi balap liar yang terjadi di Jalan Veteran di ibu kota Sulawesi Selatan itu. Selain itu pihak kepolisian juga bertindak tegas dengan dengan menjatuhkan paksa salah satu pebalap liar yang berusaha menerobos barikade polisi.

Aksi penanggulangan trek-trekan ini dilakukan polisi buah dari laporan sejumlah warga yang resah lantaran aksi ini mengganggu para pengguna jalan yang tengah melintas.

Menurut data yang dirangkum Beritasatu.com, daerah rawan kecelakaan maut dengan aktivitas balapan liar yang melibatkan banyak korban jiwa adalah Jawa Barat, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan Barat, Aceh, Jambi, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Bengkulu, Bali, dan Sumatera Utara pun turut menjadi penyumbang korban kecelakaan karena balapan liar.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, Kamis (31/12), menyatakan bahwa Kapolri harus memerintahkan secara serius agar para kapolda dan kapolres benar-benar bisa menindak berbagai pihak yang terlibat di balik aksi balapan liar ini.

Pane menduga sesungguhnya ada perjudian terselubung di balik aksi balapan liar ini sehingga sulit untuk diberantas.

Balapan liar memang masih menjadi salah satu cara remaja untuk membuktikan eksistensi, kemampuan berkendara, serta wadah untuk bersenang-senang.

Karena minimnya fasilitas balap serta mahalnya akses untuk mendapatkan adrenalin tersebut, akhirnya para remaja menggelar trek-trekan sebagai langkah paling praktis untuk menyalurkan hasrat balap.

Lantas, bagaimana dengan Anda yang tinggal di lingkungan yang sering kali di jadikan arena balapan liar?

Sesuai undang-undang, Anda berhak untuk mendapatkan kenyamanan tempat tinggal dengan mengadukan aktivitas ilegal tersebut kepada pihak berwenang, dalam hal ini aparat kepolisian di kawasan di mana Anda tinggal.

Apabila terbukti benar, para pelaku balap liar akan dikenakan pidana penjara paling lama satu tahun sesuai pasal 297 dengan UU nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

"Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor berbalapan di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115 huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah)."

Selain mengacu pada UU nomor 22 tahun 2009, daerah seperti Kota Bandung, Jawa Barat, juga memiliki aturan mengenai aktivitas yang mengganggu tersebut yang termaktub dalam Peraturan Daerah Kota Bandung No. 11 Tahun 2005, yang merupakan perubahan dari Peraturan Daerah Kota Bandung No. 3 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan.

Dalam pasal 49 ayat 1 huruf s dinyatakan bahwa: "membuat gaduh sekitar tempat tinggal atau membuat sesuatu yang dapat mengganggu ketentraman orang lain, seperti suara binatang, suara musik, suara kendaraan dan lain-lain dikenakan pembebanan biaya paksaan penegakan hukum sebesar Rp. 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah), dan/atau sanksi administrasi berupa penahanan untuk sementara waktu Kartu Tanda Penduduk, atau Kartu Identitas Kependudukan lainnya, dan/atau pengumuman di media masa."

Jika pada kegiatan tersebut terbukti ada perjudian, di Bandung sang pelaku bisa mendapat hukuman yang lebih berat yakni denda Rp50 juta berdasarkan pasal 49 ayat 1 huruf p.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1TEeWOx
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat