Jangan sepelekan perawatan sabuk pengaman

Gunakan selalu sabuk pengaman saat berkendara.
Gunakan selalu sabuk pengaman saat berkendara.

Polda Metro Jakarta Raya, pada Kamis (7/1/2016), seperti dikutip Kabar24.com, merilis data jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah DKI Jakarta sepanjang tahun 2015, yang naik 8 persen dari 2014 menjadi 6.345 kasus.

Walau jumlah kasus meningkat, namun jumlah korban tewas dan kerugian material turun jika dibandingkan tahun 2014. Korban tewas, menurut Kasubdit Penegakan hukum (Gakkum) DIrektorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, turun 8 persen dari 636 jiwa pada 2014 menjadi 588 jiwa sepanjang 2015. Sementara kerugian material turun 10 persen dari Rp21,033 miliar menjadi Rp18,83 miliar pada tahun lalu.

Sebagian besar kecelakaan, seperti dituturkan Budiyanto kepada Suara Merdeka, terjadi karena pengendara kurang hati-hati.

Salah satu bentuk kehati-hatian dalam berkendara adalah selalu memperhatikan keselamatan dalam berkendara (safety driving), terutama memaksimalkan penggunaan perangkat pendukung keamanan dan keselamatan yang ada pada kendaraan, termasuk sabuk pengaman (safety belt) pada kendaraan roda empat.

"Sabuk pengaman itu telah menjadi fitur keamanan paling standar bagi pabrikan dan menjadi syarat mutlak bagi mobil baru untuk bisa dipasarkan di negara maju. Mengapa? Karena perannya sangat besar dalam meminimalkan risiko saat terjadi kecelakaan," papar Edi Winarno, penasehat komunitas SUV dan penggiat keselamatan berkendara seperti dikutip dari Detik.com.

Untuk mengetahui alasan-alasan lain mengapa sabuk pengaman sangat penting untuk selalu digunakan, Anda bisa menyimak tulisan di laman Ayo Selamat.

Walau demikian, teknologi tersebut akan menjadi percuma jika tidak berfungsi dengan baik saat dibutuhkan karena pemilik kendaraan lalai merawatnya. Oleh karena itu Edi menyarankan agar pemilik mobil merawat dan menjaga sabuk pengaman agar kualitasnya terjaga. Terlebih jika mobil tersebut telah berusia lima tahun lebih.

Bagaimana caranya?

Menurut laman Toyota Astra, perawatan yang paling ringan adalah melakukan pembersihan secara rutin atau segera jika terdapat bagian yang terkena noda. Ada tiga bagian dari sabuk pengaman yang wajib untuk diperhatikan yaitu gesper, pengunci (latch), dan loop.

Pada dasarnya kotoran yang menempel pada ketiga bagian tersebut bisa dibersihkan menggunakan kapas yang telah dibasahi alkohol, atau mencungkil kotoran menggunakan obeng.

Jika Anda menemukan karat pada bagian sabuk pengaman, segera bersihkan, semprotkan cairan khusus pembersih logam seperti WD40, dan segera keringkan. Setelah kering, semprotkan cairan silikon agar bagian tersebut bekerja lancar.

Detik.com menyarankan apabila sabuk pengaman sudah berusia lebih dari 15 tahun atau benang-benang pada sabuk mulai tercerabut atau terkelupas, lebih baik segera ganti dengan sabuk pengaman baru. Jangan mengganti dengan sabuk pengaman bekas karena kualitasnya belum tentu terjamin.

Laman Otomotifnet menambahkan bahwa sabuk pengaman harus diganti jika mobil pernah terlibat tabrakan keras, terutama dari arah depan.

Mengapa?

Bintarto Agung, instruktur Indonesia Safety Driving Center (IDDC), menjelaskan bahwa sabuk pengaman hanya bisa menahan dua kali berat pemakainya. Saat tabrakan, biasanya beban yang ditanggung sabuk pengaman mencapai dua kali pemakai, sehingga sabuk pengaman itupun tidak bisa digunakan lagi alias apkir.

Oleh karena itu, jika membeli mobil bekas yang pernah tabrakan, sebaiknya pastikan bahwa sabuk pengaman sudah diganti baru.

Mobil-mobil terkini yang memiliki kantong udara (airbag) biasanya menggunakan sabuk pengaman dengan pretensioner, alat yang membantu mengencangkan sabuk pengaman. Alat tersebut bekerja dengan meledakkan gas untuk mendorong bola atau katup guna mengencangkan sabuk secara instan saat terjadi tabrakan.

Dadi Hendriadi, GM Technical Service TAM, seperti dikutip Kompas.com, menyatakan pretensioner itu hanya sekali pakai. Jadi, kalau sudah pernah aktif maka harus diganti.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1SGNFN0
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat