Jalur pendakian Semeru ditutup total

Pemandangan Ranu Kumbolo yang dipenuhi tenda pendaki di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, Minggu, 17 Mei 2015.
Pemandangan Ranu Kumbolo yang dipenuhi tenda pendaki di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, Minggu, 17 Mei 2015.

Jalur pendakian Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur ditutup total akibat badai mulai Senin (4/1/2015) sampai batas waktu yang belum ditentukan. Badai tersebut terjadi di sepanjang kawasan Ranu Kumbolo hingga Pos Kalimati yang merupakan batas pendakian terakhir bagi para pendaki gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut ini.

Dikutip Antara, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Ayu Dewi Utari mengatakan, penutupan jalur pendakian karena badai dan pemulihan ekosistem.

"Kami sudah membuat pengumuman untuk penutupan jalur pendakian Gunung Semeru terhitung sejak 4 Januari 2016," katanya. Pengumuman larangan pendakian ini diunggah melalui situs bromotenggersemeru.org.

Pengumuman penutupan jalur pendakian Gunung Semeru
Pengumuman penutupan jalur pendakian Gunung Semeru

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, cuaca di Lumajang dan sekitarnya dalam beberapa hari ini hujan dengan intensitas sedang.

Awalnya pengelola TNBTS berencana menutup jalur pendakian pada 5 Januari 2016, namun saat diterima adanya laporan badai di sekitar Ranu Kumbolo-Kalimati, penutupan jalur pendakian Semeru menjadi 4 Januari 2016.

Ayu mengatakan pendaki yang masih berada di jalur pendakian harus waspada. Ia menjelaskan sekitar 600 pendaki masih berada di jalur pendakian mulai dari Ranu Pani hingga Kalimati karena perjalanan mendaki hingga turun di Gunung Semeru membutuhkan waktu minimal tiga hari.

Setelah jalur pendakian gunung steril dari para pendaki, petugas TNBTS akan membersihkan jalur tersebut dari sampah dan melakukan pengecekan jalur, serta rambu-rambu.

"Kami akan melakukan pengecekan terhadap kondisi jalur pendakian, rambu-rambu, dan membersihkan kawasan dari sampah yang belum dibawa turun para pendaki," ujarnya.

Penutupan jalur pendakian gunung api juga mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya yang menyebutkan penutupan jalur pendakian dapat dilakukan karena kondisi membahayakan dan alasan kepentingan pemulihan ekosistem.

Pendakian di Gunung Semeru hanya dibatasi 500 orang per hari. Dengan pembatasan 500 pendaki per hari, TNBTS memprediksi pendaki yang berada di jalur pendakian sebanyak 1.500 orang per hari karena biasanya perjalanan pendakian Semeru membutuhkan waktu dua hingga tiga hari, bahkan ada yang lebih dari tiga hari.

"Selama libur Natal dan Tahun Baru tidak ada pendaki yang hilang, tersesat, dan terluka akibat diterjang badai, sehingga pendakian di Semeru lancar dan aman selama liburan," kata Ayu.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1OFw55W
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat