Ihwal relasi Tuhan dan David Bowie di media sosial

Gambar potrait David Bowie.
Gambar potrait David Bowie.

Penyanyi ikonis asal Inggris, David Bowie berpulang dalam usia 69 tahun, Senin (11/1/2016). 18 bulan lamanya, Bowie berjuang melawan penyakit kanker. Kematiannya menyisakan duka mendalam bagi para penggemar.

Sehari setelah kabar duka, sebuah kicauan datang dari jurnalis Impartial Reporter, Rodney Edwards (@RodneyEdwards). Ia berbagi informasi seputar "sinyal" kematian Bowie.

"Baru saja mengecek akun terakhir yang diikuti oleh @DavidBowieReal di Twitter. Pergi dan lihat sendiri," demikian terjemahan bebas kicauan @RodneyEdwards.

Faktanya, bila menengok daftar "Following" @DavidBowieReal, Anda akan mendapati akun "Tuhan" (@TheTweetOfGod). Itulah akun terakhir yang diikuti Bowie.

Tak heran bila muncul spekulasi bahwa Bowie telah punya firasat seputar kematiannya.

Fakta itu juga mengundang sejumlah komentar di linimasa Twitter. Termasuk dari akun "Tuhan" yang punya lebih dari 2,2 juta pengikut itu.

"Jujur, bergaul dengan David Bowie bahkan lebih keren daripada yang saya perkirakan sebelumnya," demikian terjemahan kicauan akun "Tuhan" tentang Bowie.

Meski demikian, "Tuhan" tidak mengikuti sang musikus di Twitter. Sekadar informasi, hanya ada satu akun yang diikuti oleh "Tuhan", yaitu: Justin Bieber (@justinbieber).

Ini bukan satu-satunya fenomena menarik ihwal Tuhan dan Bowie di internet. Merujuk laporan BBC, ada sebuah petisi dari Italia, yang menggugat Tuhan karena telah "memanggil" Bowie.

Penggemar Bowie asal Roma, Italia, Andrea Natella, telah membuat kampanye itu di Change.org. Petisinya diarahkan kepada Tuhan, dengan pesan singkat: "Katakan Tidak atas kematian David Bowie".

Hingga artikel ini ditulis (13/1), memasuki hari kedua kampanye, petisi itu telah meraih lebih dari 4.000 ribu tanda tangan.

Sebagai pelengkap informasi, kematian musikus yang punya dua lagu berbahasa Indonesia itu juga mengundang reaksi dari para kartunis di seluruh dunia.

Salah satu ilustrasi yang ramai dibagikan datang dari ilustrator, Helen Green. Karyanya memuat transformasi gaya rambut Bowie dari masa ke masa, yang disajikan dalam format gif.

Adapun di media sosial Indonesia, salah satu gambar yang ramai dibagikan adalah ilustrasi karya seniman, Reza Mustar (Azer, @komikazer). Ia menggambarkan Bowie bertemu dengan komedian Indonesia, Budi Anduk, yang juga berpulang pada Senin (11/1).

Beberapa respons itu para seniman itu memang menggambarkan relasi Bowie dengan hal-hal lain di luar kita --termasuk ihwal yang esa, Tuhan.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1nhTVir
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat