IHSG dibuka merah, Jokowi tetap optimistis ekonomi membaik

Pengunjung melihat pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup turun 0,79 persen sebesar 36,50 poin ke level 4.560,56.
Pengunjung melihat pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup turun 0,79 persen sebesar 36,50 poin ke level 4.560,56.

Meski perdagangan bursa saham hari pertama di tahun 2016 dibuka di zona merah, namun Presiden Joko Widodo tetap menggadang optimisme ekonomi yang lebih baik dibanding tahun kemarin.

"Saya kerja keras, dengan rasa optimis dan percaya bahwa 2016 lebih baik," kata Jokowi saat membuka perdagangan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Kawasan SCBD, Senin (4/1/2016).

Pada pra-pembukaan perdagangan saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun 12,84 poin atau 0,28 persen ke level 4.580,06. Pelemahan masih berlanjut pada pembukaan di pukul 09.00 WIB dengan turun 22,88 poin atau 0,44 persen ke level 4.572,23.

Ada 79 saham melemah sehingga menekan IHSG ke zona merah, 38 saham menguat dan 38 saham lainnya diam di tempat. Adapun nilai transaksi baru mencapai Rp99,27 miliar dengan volume 73,83 juta lot saham.

Dalam sambutannya, Jokowi mengakui bahwa 2015 merupakan tahun yang sangat berat bagi semua industri, termasuk industri pasar modal sebagai akibat dari perlambatan ekonomi dunia dan juga suku bunga bank sentral AS, The Fed.

Namun, meski begitu banyak tantangan yang dihadapi, semua bisa dilewati dengan baik, kata Jokowi yang juga didampingi oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri BUMN Rini Soemarno, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad, Dewan Komisioner OJK Bidang Pasar Modal Nurhaida, Direktur Utama BEI Tito Sulistio dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

"Banyak orang ragu mengenai realisasi APBN, setiap hari bisa tanya kepada Menko Ekonomi dan Menteri Keuangan, setiap pagi saya cek, saya control penerimaan seperti apa, karena bapak ibu banyak ragu itu," kata Jokowi dalam Liputan6.com.

Menghadapi 2016, Jokowi pun menyampaikan optimismenya akan neraca negara yang akan lebih baik ketimbang tahun lalu, sehingga sektor swasta bisa merespons dengan sama baiknya.

"Akhirnya, pada penutupan kemarin, pendapatan negara bisa 84,7 persen, penerimaan perpajakan 83 persen dan nonpajak 93,8 persen. Setiap hari saya cek dan kontrol itu," tegasnya.

Analis PT First Asia Capital, David Sutyanto menjelaskan, pelaku pasar akan mencermati data-data makro ekonomi yang akan dirilis pada hari ini seperti data manufaktur, inflasi dan data kepercayaan konsumen bulan Desember.

"Apabila data tersebut positif, tidak tertutup kemungkinan pada awal perdagangan tahun ini IHSG berpotensi mengalami January Effect," jelasnya.

January Effect merupakan fenomena tahunan yang terjadi pada pasar modal yang ditandai dengan menguatnya harga-harga saham di bulan Januari. Sektor-sektor yang berpotensi mengalami penguatan adalah konstruksi, semen dan infrastruktur.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1ZJANrD
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat