Ibu angkat Engeline cenderung psikopat

Terdakwa kasus pembunuhan anak, Margriet Megawe (kiri), mendengar keterangan saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, Kamis (17/12). Margriet yang juga ibu angkat Angeline tersebut dikonfrontir dengan sejumlah saksi termasuk Agustay Hambamay yang juga terdakwa dalam kasus yang sama dalam persidangan tersebut.
Terdakwa kasus pembunuhan anak, Margriet Megawe (kiri), mendengar keterangan saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, Kamis (17/12). Margriet yang juga ibu angkat Angeline tersebut dikonfrontir dengan sejumlah saksi termasuk Agustay Hambamay yang juga terdakwa dalam kasus yang sama dalam persidangan tersebut.

Hari ini Pengadilan Negeri Denpasar kembali menggelar kasus pembunuhan Engeline. Sidang dengan terdakwa Margriet Christine Megawe, ibu angkat Engeline itu menghadirkan sejumlah saksi ahli. Para saksi ini terlibat langsung dalam penyidikan kasus Engeline.

Salah satu saksi yang dihadirkan adalah ahli psikologi forensik RS Sanglah, dr Lely Setyawati.

Dalam sidang itu, ketua majelis hakim Edward Harris Sinaga membacakan hasil pemeriksaan psikologi sesuai BAP. Sosok Margriet, kata dia, adalah wanita dengan kepribadian campuran yang tidak dapat melakukan pengasuhan dengan baik, cenderung menelantarkan Engeline dan melakukan tindakan terstruktur yang diyakininya benar.

"Coba saksi ahli terangkan," pinta hakim kepada dokter Lely Setyawati seperti dikutip Kompas.

Lely pun menjelaskan. Kata dia, dari pengamatannya, Margriet punya kepribadian campuran antara ambang dan dis-sosial. "Yang dilakukan ibu (terkait pengasuhan anak dengan cara disiplin) adalah benar tapi dampaknya kepada anak," ujar Lely.

Dalam sidang itu Lely menyampaikan keyakinannya dari hasil pemeriksaan yang dilakukan kepada Margriet. Kata dia, saat itu dia pernah diminta Kepolisian Daerah Bali untuk mengetes kejiwaan Margriet. Saat tes dia mengajukan 50 lebih kepada terdakwa. "Dari keseluruhan jawaban yang disampaikan, cenderung mengarah ke psikopat," kata Leli seperti dilansir Merdeka.

Ketua tim penasehat hukum Margriet, Hotma Sitompoel, mencecar Lely soal metode dipakai menyimpulkan hasil kejiwaan Margriet. "Dengan alat ukur apa Anda bisa menyimpulkan hasil kejiwaan terdakwa? Apa metodenya?" tanya Hotma.

Lely menjelaskan, alat ukur menggunakan metode interview. "Saya gunakan metode mini tentang gangguan jiwa dengan hanya cukup mewawancarai," ujarnya.

Mendengar jawaban itu, Hotma terlihat berang. Dia meminta bukti hasil rekaman dan kesimpulan.
Namun Lely mengaku tidak bisa membuka rekaman karena bersifat rahasia.

"Maaf saya tidak bisa tunjukkan. Kecuali majelis hakim yang meminta, saya tunjukkan," jawabnya.

Apa ciri-ciri psikopat?

Psikopat, secara sederhana sering didefinisikan sebagai gangguan kepribadian yang ditandai dengan beberapa ciri. Di antaranya perilaku antisosial, tidak memiliki empati, dan tindakannya berani sampai tak terkendali. Ciri psikopat lainnya adalah tiadanya rasa sesal jika melakukan kesalahan, termasuk melakukan tindakan kriminal.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/22MN9BC
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat