Hindari kesalahan ini ketika berinvestasi

Jenis investasi apa yang sedang Anda rencanakan?
Jenis investasi apa yang sedang Anda rencanakan?

Satu hal yang harus Anda pahami ketika memulai langkah ini, dalam investasi, prinsip dasarnya bukanlah mengembangkan, melainkan mengamankan. Dengan maksud Anda bisa memastikan bahwa aktivitas dalam berinvestasi mampu mengamankan aset Anda.

Ketika berhasil membuat uangnya berkembang menjadi 50 persen lebih banyak, orang yang fokus dalam mengembangkan investasi cenderung melakukan investasi selanjutnya dengan modal 150 persen.

Itu berasal dari uang 100 persen Anda dan ditambah keuntungan investasi 50 persen.

Tapi, seorang investor dengan prinsip mengamankan investasi justru akan tetap berinvestasi dengan nilai investasi 100 persen dan mengamankan 50 persen hasil investasi di tempat yang jauh lebih aman.

Kenapa? Karena investasi 150 persen ketika kerugian terjadi 50 persen akan menyebabkan aset dan uang Anda tinggal 75 persen atau Anda akan menderita kerugian investasi 25 persen dari modal awal Anda.

Bagi investor yang fokus mengamankan, seperti yang dilansir Kompas.com, ketika 100 persennya terjadi kerugian, senasib dengan investor pertama, ia akan merasakan aset investasinya tersisa 50 persen. Namun jangan lupa, Anda masih memiliki 50 persen lainnya akibat telah diamankan sebelumnya.

Jika Anda bisa memahami prinsip dasarnya, maka dengan investasi, Anda hanya duduk diam saja dan dapat uang. Investasi juga bisa aman dan untuk masa pensiun kelak jika memilih dengan benar dan tepat.

Dalam brokerforex.com, investasi yang benar bisa dilakukan dalam berbagai macam, antara lain: properti, emas, koleksi barang antik bernilai tinggi, saham, reksadana saham, obligasi, sukuk, deposito di bank, dan lainnya.

Adapun beberapa kiat yang dapat dilakukan agar aman dalam investasi, di antaranya adalah:

  1. Berpikirlah seperti seorang pengusaha yang rasional, logis dan realistis. Pertimbangkan selalu untung, rugi dan risiko yang dihadapi
  2. Jangan tergesa-gesa, karena peluang investasi terbaik tidak selalu tersedia sepanjang waktu
  3. Jangan terlalu berspekulasi. Walaupun Anda orang yang termasuk sangat berani, sebaiknya Anda tidak menempatkan semua uang Anda pada satu investasi yang sangat spekulatif.
  4. Jangan terlalu sering bertransaksi. Investor yang terlalu sering bertransaksi sering terjebak pada kondisi psikologis pasar sehingga terkadang membeli ketika harga mahal dan menjual ketika harga murah. Selain itu, investor juga akan terbebani biaya bertransaksi.
  5. Untuk berinvestasi dengan aman, sebaiknya Anda menginvestasikan uang Anda pada berbagai macam investasi pada kurun waktu setahun pertama yang kemudian dapat dilanjutkan dengan investasi dalam jangka panjang, misalkan dalam waktu 5-10 tahun. Hal ini dilakukan karena semakin lama investasi, semakin minim risiko kerugiannya.
  6. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, Anda harus belajar terlebih dahulu cara mengelola keuangan pribadi dan bagaimana menyeimbangkan antara pemasukan dan pengeluaran.

Anda juga bisa menimbang kesalahan-kesalahan berinvestasi yang dihindari mereka yang sukses dalam langkah ini, seperti yang ditulis investopedia.com.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1OUuRdI
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat