Harga BBM, elpiji dan listrik kompak turun di awal tahun

Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar jenis premium di salah satu SPBU di Jakarta, Rabu (23/12).
Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar jenis premium di salah satu SPBU di Jakarta, Rabu (23/12).

Harga di beberapa sektor energi serentak turun memasuki awal tahun 2016 ini. Harga bahan bakar minyak, gas dan listrik dalam negeri ini kompak turun karena mengikuti harga minyak dunia yang terus melorot serta tren rupiah yang menguat.

Pada akhir tahun lalu, pemerintah telah mengumumkan penurunan harga bahan bakar bersubsidi Premium dan Solar dan mulai berlaku 5 Januari 2016 ini. Penurunan harga juga terjadi di bahan bakar nonsubsidi, elpiji dan listrik.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, dikutip Kontan, mengatakan seharusnya penurunan harga BBM diikuti pula dengan turunnya harga kebutuhan pangan dan tarif angkutan umum.

"Pemerintah jangan hanya menurunkan harga BBM, tetapi gagal menurunkan harga kebutuhan pangan dan atau tarif transportasi umum," ujar Tulus.

Pengamat Ekonomi, Hermanto Siregar dalam wawancara dengan Radio Republik Indonesia mengatakan harga BBM naik maka otomatis harga komoditas naik. Jika harga BBM turun, Hermanto mengatakan belum tentu harga komoditas di pasaran turun.

Hermanto berharap pemerintah dapat mengintervensi harga pasar sebelum penurunan harga BBM ditetapkan ke publik. "Tetapkan saja harga bahan makanan pokok atau sembako ke harga eceran yang bisa dijangkau masyarakat dan jangan lupa pemerintah harus menerapkan sanksi kepada pelaku pasar yang tidak mau menurunkan harga komoditi tersebut," kata Guru Besar Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.

Berikut penurunan hargadi beberapa sektor energi:

Premium dan Solar

Pemerintah telah mengumumkan penurunan harga BBM subsidi jenis Premium dan Solar, pada 23 Desember 2015 lalu. Penurunan harga tersebut mulai berlaku 5 Januari 2016.

Harga Premium menjadi Rp6.950 per liter, turun dari Rp7.300 per liter. Sedangkan harga Solar menjadi Rp5.950 per liter dari sebelumnya Rp7.300 per liter.

Pertamax dan Pertalite

PT Pertamina (Persero) menurunkan harga jual bahan bakar minyak jenis RON 92 atau Pertamax dan Pertalite (RON 90), masing-masing Rp200 per liter dan Rp250 per liter mulai 5 Januari 2016.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Ahmad Bambang dikutip Kompas.com, menjelaskan penurunan harga dua jenis BBM tersebut disebabkan penurunan rata-rata harga RON 92 di pasar dunia dan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Pertamax dari Rp8.650 per liter turun menjadi Rp8.450 per liter. Sedangkan Pertalite turun dari Rp8.200 per liter menjadi Rp7.950 per liter.

Elpiji

Pertamina juga menurunkan harga Liquefied Petroleum Gas (elpiji) non subsidi mulai 5 Januari 2015 untuk wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi.

Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang, melalui Detik.com, turunnya harga elpiji ini mengikuti patokan dari CP Aramco.

Elpiji ukuran 12 kilogram turun harga Rp5.600/tabung, sedangkan untuk ukuran 5,5 kg atau Bright Gas 5,5 kg harganya turun Rp4.500/tabung.

Harga elpiji dalam tabung ukuran 12 kilogram turun menjadi Rp129.000/tabung dari sebelumnya Rp134.600/tabung. Sedangkan elpiji ukuran 5,5 kilogram menjadi Rp57.500/tabung dari sebelumnya Rp62.000/tabung.

Listrik

Mulai 1 Januari 2016, PT Perusahaan Listrik Negara/PLN (Persero) menerapkan tarif listrik mengikuti mekanisme tariff adjustment. Tarif listrik akan berlaku setiap bulan dengan berpatokan pada nilai tukar rupiah, harga bahan bakar dan inflasi bulanan.

Dengan mekanisme tariff adjustment, tarif dasar listrik turun pada Januari dibandingkan Desember 2015.

Mekanisme ini hanya berlaku untuk listrik rumah tangga 1.300 VA ke atas, bisnis 6.600 VA ke atas, industri 200.000 VA ke atas, kantor pemerintah 6.600 VA ke atas, lampu penerangan jalan dan layanan khusus.

Tarif listrik rumah tangga, bisnis skala menengah, dan kantor pemerintah skala menengah, turun dari Rp1.509,38/kWh menjadi Rp1.409,16/kWh.

Tarif listrik untuk bisnis skala besar, kantor pemerintah skala besar, dan Industri skala menengah, turun dari Rp1.104,73/kWh menjadi Rp1.007,15/kWh.

Sedangkan tarif listrik Industri skala besar, turun dari Rp1.059,99/kWh menjadi Rp970,35/kWh.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1ILPGFD
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat