Hal-hal yang harus diperhatikan pembonceng motor

Ilustrasi berkendara dengan berboncengan motor
Ilustrasi berkendara dengan berboncengan motor

Akhir pekan sudah tiba dan biasanya para penggemar motor kerap melakukan aktivitas touring, bisa sendirian, berboncengan berdua, atau ramai-ramai dalam sebuah rombongan.

Nah, bagi Anda yang harus berboncengan, ternyata cara membonceng yang aman dan nyaman.

Berikut ini ada 10 cara aman berboncengan yang disarankan Jusri Pulubuhu, kepala instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) seperti disarikan dari Dapurpacu.com:

  1. Usahakan naik ke atas motor ketika saat mesin motor sudah menyala dan pengendara sudah siap.
  2. Duduklah menempel serapat mungkin tanpa membuat anda kikuk untuk bergerak. Bagaimanapun pembonceng harus memposisikan diri sebagai "mata kedua" bagi pengendara.
  3. Merapat dan peganganlah pinggang atau memeluk ke depan mempertemukan dua tangan.
  4. Jika keberatan merangkul atau memeluk ke depan maka rapatkan kaki ke pinggang pengendara untuk mendapatkan irama berkendara yang baik. Minimal bagian dalam area kedua dengkul pembonceng merapat di pinggul pengemudi.
  5. Tetap taruh kaki pada pijakan setiap saat bahkan pada saat motor berhenti.
  6. Jika pembonceng wanita, hindari dengan duduk menyamping (lateral sitting). Duduklah dengan menghadap ke depan (forward sitting).
  7. Tetaplah bergerak seirama, ketika pengendara memiringkan badan maka ikutilah posisinya.
  8. Selalu samakan pandangan dengan pergerakan kepala pengendara agar kendaraan bergerak dinamis.
  9. Hindari percakapan atau pergerakan yang mungkin dapat mengganggu konsentrasi.
  10. Tidak melakukan gerakan tiba-tiba pada saat motor sedang melaju ataupun ketika berhenti.

Pembonceng juga disarankan untuk menggunakan riding gear (kelengkapan keselamatan berkendara) guna menghindari cedera parah jika terjadi kecelakaan.

Infobikers menambahkan dua faktor yang harus kita perhatikan agar aman dan nyaman saat berboncengan:

  1. Gunakan perlengkapan keselamatan yang sama antara pengemudi dengan pembonceng. Sering kita jumpai pengemudi menggunakan helm full face yang bagus tapi pembonceng hanya menggunakan helm cetok. Seharusnya keduanya memakai helm yang sama, atau minimal half face untuk pembonceng, yang berkualitas bagus agar mampu melindungi kepala dari benturan.
  2. Posisi dan cara duduk saat berboncengan. Pada saat berboncengan kebiasaan pembonceng hanya memegang pegangan belakang atau rear grab dan itu tidak disarankan karena, bila ada guncangan, motor sedang melesat kencang, atau saat berbelok tajam, hal itu bisa menyebabkan pembonceng terlempar.

Sebagai pembonceng, adakalanya harus dapat menjadi navigator atau pengingat pengendara yang baik. Hindari melakukan aktivitas tambahan lain, semisal memegang gawai/ponsel ketika motor tengah dipacu dengan alasan apapun. Jika memang harus melihat ponsel, sebaiknya Anda berhenti di pinggir jalan lebih dulu.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1TIW94z
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat