FFZero1, hypercar listrik bertenaga 1.000hp

FFZero1 Concept
FFZero1 Concept

Inilah salah satu bintang dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2016 yang berlangsung di Las Vegas Convention Centre, Amerika Serikat, yang berlangsung 6-9 Januari 2016.

Sebuah supercar konsep dengan tampilan yang menarik perhatian --menurut Anton Suhartono dari Okezone.com seperti perpaduan antara Batmobile dan Corvette, sementara USA Today menyebutnya sebagai crossover Batmobile dan Porsche 919 Hybrid--, tanpa pintu, berkursi tunggal alias single seater, dan ramah lingkungan karena bermesin listrik.

Hebatnya lagi, mobil konsep yang diberi nama FFZero1 ini dibuat oleh sebuah perusahaan rintisan (start up) Faraday Future, yang baru akan membangun pabrik bernilai USD1 miliar (Rp13,9 triliun) di Nevada, AS, dengan dukungan investasi dari jutawan Tiongkok Jia Yueting. Demikian dipaparkan Auto World News, Rabu (6/1/2015).

Karena bertenaga listrik, tak pelak lagi FFZero1 langsung dibandingkan dengan Tesla, perusahaan dari AS yang telah lebih dulu berkecimpung dalam produksi mobil elektrik. Selain itu, arsitek produk ini, Nick Sampson adalah mantan direktur Tesla yang menjadi wakil presiden bidang riset dan pengembangan di Faraday Future.

Dalam acara pengenalan mobil konsep tersebut, co-founder Faraday Future Ding Lei juga mengungkapkan ada 750 orang yang bekerja mewujudkan proyek ini dan mereka adalah tenaga-tenaga ahli sarat pengalaman karena pernah bekerja di Tesla, BMW, dan Jaguar, seperti dinukil dari Tech Insider.

Faraday Future mengklaim, supercar konsep ini bisa menyemburkan tenaga 1.000hp dari empat mesin listrik yang digunakannya, berakselerasi dari diam hingga 100 km/jam dalam tiga detik, dan melesat hingga kecepatan maksimal lebih dari 320 km/jam.

"Ini adalah mobil yang 100 persen berkelanjutan, elektrik, tidak menghasilkan polusi, dan bisa bergerak dinamis hingga 1.000 tenaga kuda," jelas Richard Kim, kepala desain Faraday Future, yang pernah merancang mobil listrik BMW i3 dan i8.

Mereka menggunakan sasis yang diberi nama Variable Platform Architecture (VPA) yang akan menjadi basis bagi mobil-mobil produksi Faraday Future di masa datang. Keistimewaan sasis ini adalah bisa dipanjangkan atau dipendekkan sesuai dengan jenis mobil yang akan dibuat dan bisa mengakomodasi mulai dari satu hingga empat mesin elektrik.

Dengan demikian Faraday Future bisa memproduksi mobil berpenggerak roda depan, belakang, atau semua roda (all-wheel) dengan menggunakan sasis yang sama.

Selain itu berbagai fitur canggih juga dibenamkan ke dalam mobil ini, mulai dari penggunaan karbon fiber hingga sistem swakemudi penuh.

Namun selain mobil konsep yang kemungkinan besar tidak akan diproduksi massal ini, Faraday Future belum mengungkapkan kendaraan apa yang akan keluar dari pabrik mereka nantinya.

Mereka hanya menyebutkan bahwa mobil produksi massal pertama akan meluncur dalam dua tahun mendatang, menggunakan teknologi yang sama dengan FFZero1, namun CNN yakin bentuk mobil itu nantinya lebih praktis dan konservatif ketimbang sang konsep.

FFZERO1 Concept



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1ZORulu
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat