Empat fokus kerja Pemerintah Jakarta 2016

Tenda pengungsi banjir terbentang di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta, Februari 2014. Pengungsi di pinggir jalan ini memacetkan lalu lintas. Macet dan banjir akan jadi fokus kerja pemerintah DKI Jakarta 2016.
Tenda pengungsi banjir terbentang di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta, Februari 2014. Pengungsi di pinggir jalan ini memacetkan lalu lintas. Macet dan banjir akan jadi fokus kerja pemerintah DKI Jakarta 2016.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memprioritaskan empat permasalahan pada tahun ini. Diantaranya penanganan banjir, kemacetan dan kebersihan. "Kami juga fokus menangani persoalan kesenjangan ekonomi," kata Djarot Saiful Hidayat, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Kamis (31/12/2015) seperti dinukil dari BeritaJakarta.com.

Saat ini, untuk mengatasi kemacetan, Pemerintah DKI Jakarta tengah memperbaiki sistem transportasi massal. Seperti melakukan revitalisasi dan memperbanyak angkutan umum. "Tahun 2016 prioritas agar kemacetan berkurang. Transportasi massal, bus-bus akan kami perbanyak," ujar Djarot.

Menurut pengukuran dari aplikasi navigasi sosial Waze, seperti dilansir Antaranews.com, kecepatan rata-rata kendaraan di Jakarta mencapai 19 km/jam. Pada akhir pekan rata-rata kecepatan mengemudi meningkat menjadi 22 km/jam. Sementara pada hari kerja kecepatan menurun menjadi 18 km/jam. Tahun depan, diharapkan jalanan di Jakarta makin lancar.

Urusan kebersihan, Djarot menyatakan sudah menambah truk sampah, petugas kebersihan dan PPSU (Penanganan Prasarana dan Sarana Umum). Baru beberapa jam berganti tahun, masalah sampah sudah muncul. Sampah sudah menggunung di beberapa lokasi perayaan pergantian tahun.

Dinas Kebersihan DKI Jakarta mencatat sampah sisa perayaan malam tahun baru dari lima wilayah kota mencapai 700 ton. Saat ini ratusan ton sampah tersebut telah diangkut ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi.

"Kami angkut hingga 100 truk, atau sama dengan 700 ton sampah," ujar Ali Maulana, Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, saat dihubungi BeritaJakarta.com, Jumat (1/1).

Dinas Kebersihan menggerahkan lima ribu petugas kebersihan untuk membersihkan sampah malam tahun baru. Petugas dikerahkan dititik-titik kumpul masyarakat, seperti di Jalan Sudirman, Jalan MH Thamrin, Monas, Kota Tua, Ancol dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Selanjutnya, untuk menangani banjir, saat ini Pemprov DKI sudah melakukan perbaikan saluran air dengan melakukan pengurasan dan normalisasi kali, waduk serta saluran mikro. Selain itu, pompa-poma pengendali banjir pun sudah diperbaiki agar dapat berfungsi maksimal.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, seperti ditulis Bisnis.com, mengklaim jumlah titik genangan pada musim hujan Februari lalu berkurang menjadi 54 titik dari yang sebelumnya mencapai 107 titik.

Kepala BPBD DKI Jakarta Denny Wahyu menyatakan, jumlah RW yang terendam banjir turun. "Dari 634 RW tahun lalu, menjadi 307 RW yang terdampak banjir tahun ini," kata Denny, Februari lalu seperti dikutip Kontan.co.id.

Susutnya daerah terdampak banjir terjadi karena curah hujan pada 2014 berbeda dengan curah hujan pada 2015. Tahun lalu, curah hujan di Jakarta cenderung lebat dan hampir tersebar merata di seluruh wilayah Jakarta, ditambah dengan banjir kiriman dari Puncak, Bogor.

Sementara itu, curah hujan tahun ini, antara Januari hingga Februari, cenderung ringan ke sedang. Begitu pula dengan wilayah Puncak. Intensitas hujan yang turun di sana cenderung ringan.

Sedangkan untuk menekan kesenjangan ekonomi, Pemprov dan pemerintah pusat sudah menyiapkan berbagai program. Antara lain Kartu Jakarta Pintar, Kartu Jakarta Sehat dan BPJS.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1VvgLi7
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat