Efek Rumah Kaca gratiskan album menyambut konser Sinestesia

Efek Rumah Kaca kembali menggratiskan album mereka
Efek Rumah Kaca kembali menggratiskan album mereka

Kelompok Efek Rumah Kaca yang diperkuat Cholil Mahmud (vokal/gitar), Adrian Yunan Faisal (bas), dan Akbar Bagus Sudibyo (drum) menggratiskan versi digital album terbaru mereka, Sinestesia.

Langkah itu dilakukan empat hari sebelum konser tunggal bertajuk sama dengan judul album berlangsung di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat (13/1/2015). Semua tiket konser telah terjual habis.

Album tersebut dapat diunduh melalui situs efekrumahkaca.net. Sementara barisan lirik lagu yang ada di dalam album tersebut bisa dibaca melalui tautan ini.

Dalam siaran persnya (9/1), ERK berharap semoga langkah menggratiskan album ini membuat penonton konser Sinestesia yang belum sempat memiliki album tersebut bisa menikmati konser dengan lebih santai, tanpa harus mengerutkan kening untuk mencerna lagu.

Yurie (manajer ERK) kepada Beritagar.id mengatakan bahwa secara spesifik tujuan membuat album berisi enam lagu yang diluncurkan sejak 18 Desember 2015 sebagai upaya balas jasa ERK terhadap internet.

"Menggratiskan album Sinestesia adalah cara ERK mengucapkan terima kasih kepada segala ilmu pengetahuan yang sudah diberikan oleh internet dan society-nya," ujar Yurie saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (11/1) malam.

Alasan serupa pernah diungkapkan Cholil dan Adrian saat memutuskan menggratiskan semua album ERK terdahulu dengan lisensi Creative Commons 3.0 dan semua jenis proyek yang pernah dikerjakan personel, seperti album Daur Baur dari kelompok Pandai Besi dan ERK RMX pada 2013.

Bertebarannya ilmu pengetahuan di internet, termasuk musik, dirasakan sangat membawa manfaat bagi ERK. Karena itu mereka menggratiskan musiknya sebagai upaya balas jasa. "Kontribusi ini yang kami bisa," jelas Cholil dalam siaran persnya kala itu.

Adrian menambahkan bahwa salah satu alasan utama mereka berkarya agar karya tersebut bisa diakses oleh masyarakat luas di dalam dan luar negeri. Posisi mereka yang belum didukung industri mainstream dengan media promo mapan membuat internet kemudian jadi solusi terbaik.

"Orang lain pun pantas mendapatkan lagu kami secara gratis agar mereka bisa menyimak terlebih dahulu sebelum memastikan suka atau tidaknya. Bila pada akhirnya mereka mau mengunduhnya dengan berdonasi, membeli rekaman fisiknya, atau mengundang kami untuk manggung, itu adalah bonusnya," kata Adrian.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1ShtExk
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat