Efek gila kerja pada aktivitas bercinta

Ternyata saat kita punya keterikatan kuat dengan pekerjaan, hubungan romantis kita tak lantas rusak karenanya.
Ternyata saat kita punya keterikatan kuat dengan pekerjaan, hubungan romantis kita tak lantas rusak karenanya.

Orang yang giat bekerja sering dilabeli gila kerja. Menurut Dr. Seth Meyers, ada dua jenis orang yang terlalu banyak bekerja.

Mereka adalah orang yang mencintai pekerjaan dan begitu larut di dalamnya, satu lagi adalah orang yang gila kerja.

Meski demikian, efeknya bisa jadi serupa. Kesibukan bekerja membuat kita tak punya banyak waktu untuk hal lain.

Salah satu yang sering menjadi korban adalah pasangan. Ketakutan pun kerap muncul. Apakah terlalu sibuk bekerja dapat mengancam keharmonisan suatu hubungan?

Inc mengiyakan. Hal tersebut merupakan satu dari 8 alasan mengapa kita perlu minta maaf karena terlalu mencintai pekerjaan.

Di sisi lain pernyataan tersebut berkontradiksi dengan penelitian yang dipublikasikan di jurnal Human Relations baru-baru ini. Ternyata saat kita punya keterikatan kuat dengan pekerjaan, hubungan romantis kita tak lantas rusak karenanya.

Penelitian ini dilakukan oleh periset dari Swiss dan Jerman. Mereka meminta 285 pasangan mengisi survei daring.

Sejumlah pertanyaan diajukan untuk menguji pemahaman konvensional, bahwa sering bekerja membuat hubungan romantis kering tak berisi. Pertanyaan penelitian mencakup hubungan, target karier, jam kerja, dan kepuasan dalam hubungan.

Para peneliti berhipotesis, optimasi hubungan pribadi berhubungan dengan kepuasan hubungan. Yang dimaksud dengan optimasi adalah, investasi waktu, perhatian, dan energi yang tercurah dalam suatu hubungan.

Hasilnya tak seperti yang diduga. Mind Body Green mengungkap kabar baik untuk para penggila kerja.

Pasangan yang sering terpisah karena kewajiban kerja justru berusaha meluangkan waktu lebih banyak. Ini merupakan bentuk kompensasi atas hilangnya waktu berduaan. Alhasil, tercipta keseimbangan dalam hubungan tersebut.

Tak hanya itu, para periset juga menemukan hal positif lain. Orang yang fokus pada karier lebih realistis tentang apa yang sebaiknya mereka harapkan dalam kehidupan pribadi.

Pun demikian, ini tak bisa jadi pembenaran bagi kita untuk bekerja sampai lupa waktu. Kita tetap perlu rihat sejenak agar jauh dari stres.

Dr. Michelle Callahan pada Huffington Post mengenali adanya siklus stres dalam kehidupan seseorang.

Stres di kantor menimbulkan stres di rumah. Sebaliknya, stres karena mengabaikan rumah berpengaruh pada kinerja di kantor.

Untuk itu, kita perlu belajar manajemen stres yang bisa dilakukan dalam 8 langkah.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1kZlRGa
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat