Dua WNI tewas dalam kecelakaan bus di Malaysia

Bus yang terempas di parit di Kuala Selangor, Malaysia, pada 9 Januari 2016.
Bus yang terempas di parit di Kuala Selangor, Malaysia, pada 9 Januari 2016.

Dua warga negara Indonesia tewas dalam kecelakaan tunggal bus yang terjadi di daerah Batu 26, Asam Jawa, Kuala Selangor, Malaysia. Laman Malaysia, The Sun Daily dan The Star Online, menyebutkan beda total jumlah penumpang--yang pertama 48 orang, yang terakhir 38 orang. Namun, keduanya agak bersepakat mengenai waktu kejadian, yakni antara pukul 5.00 hingga 5.05 pagi waktu setempat, Sabtu (9/1).

Direktur Perlindungan Warga Negara dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan "jumlah penumpang bus sebanyak 48 orang, termasuk sopir."

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dilansir Antara, telah memerintahkan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur untuk terus memantau para WNI yang menjadi korban kecelakaan itu.

"Tim kami dari KBRI di Kuala Lumpur sudah bergerak ke lokasi dan bertemu dengan korban luka. Jadi begitu ada informasi kecelakaan bus dan ada WNI di dalamnya, kedutaan kita langsung bergerak," ujarnya.

Menurut Iqbal, dilansir Serambi Indonesia, data sementara menunjukkan bahwa 42 di antara penumpang bus adalah warga Indonesia. Di antara mereka, "28 selamat, 7 luka, dan 2 meninggal."

Para korban kecelakaan dilarikan ke rumah sakit Sungai Buloh dan rumah sakit Tanjung Karang, Malaysia. Sementara, korban yang selamat berada di kantor polisi Kuala Selangor.

CNN Indonesia menyiarkan keterangan Iqbal mengenai pengakuan sang sopir bus. "(Namanya) Rudi (Warga Malaysia). (Ia) mengaku disusul oleh truk kontainer dan ekor truk melibas kepala bus sehingga yang bersangkutan kehilangan kendali dan bus menghajar tiang dan parit di sisi kiri. Sopir terlempar keluar dan tidak sadar".

Pada media berbeda, terimbuh keterangan asisten direktur operasi Pemadam Kebakaran Selangor, Mohd. Sani Sarul, yang mengatakan bahwa kantornya menerima panggilan darurat pada pukul 5.05 pagi. Para personel dari kantor pemadam api Kuala Selangor dan Tanjong Karang pun dikerahkan ke lokasi.

Ujarnya, bus pariwisata itu berangkat dari Pasar Seni di Kuala Lumpur menuju Bagan Datoh pada pukul 3.00 dini hari. Busl lantas melintas Jalan Klang - Teluk Intan KM43. Di saat itu, sang sopir kehilangan kendali dan menyebabkan bus tergelincir. Kendaraan itu kemudian terempas ke sebuah parit yang mendampingi jalan raya.

Kepala polisi Kuala Selangor, Ruslan Abdullah, mengatakan bahwa sampel darah sopir bus telah diambil untuk diuji. Investigasi kasus kecelakaan itu berdasar atas Pasal 41 ayat 1 UU Pengangkutan Darat Tahun 1987.

Salah satu korban tewas bernama Burhanuddin Yahya, 50 tahun berstatus permanent resident di Malaysia. Anaknya, Mohd. Khairul, 19 tahun, mengatakan bahwa sang ayah berencana pulang ke Indonesia setelah tiga tahun tidak mudik.

Mendiang meninggalkan seorang istri, Cut Putri Syed Hussin, 46 tahun, dan empat orang anak.

Sementara itu, seorang korban meninggal lain, yang berjenis kelamin perempuan, belum dapat teridentifikasi.

Menurut Iqbal, KBRI akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat demi memastikan seluruh korban, meninggal atau luka-luka, dapat tertangani dengan baik.

KBRI juga akan berkoordinasi dengan Kantor Polisi Kuala Selangor dan Hospital Tanjung Karang untuk pendataan korban lainnya.

KBRI juga akan meminta informasi ke polisi mengenai tanggung jawab perusahaan bus Ayah Raja atas kejadian ini dan apakah penumpang mendapatkan asuransi perjalananan atau tidak.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1VVucrP
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat