Dinamika PKS: tetap setia di KMP dan tuntaskan polemik Fahmi Hamzah

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman dalam acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-4 PKS 2015 di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Selasa, 3 November 2015. Selain membahas 70 program layanan, Mukernas PKS dimanfaatkan sebagai ajang untuk mendeklarasikan upaya pemenangan Pilkada serentak pada Desember 2015. Deklarasi tersebut dibacakan oleh 40 calon kepala daerah yang diusung PKS saat Pilkada serentak.
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman dalam acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-4 PKS 2015 di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Selasa, 3 November 2015. Selain membahas 70 program layanan, Mukernas PKS dimanfaatkan sebagai ajang untuk mendeklarasikan upaya pemenangan Pilkada serentak pada Desember 2015. Deklarasi tersebut dibacakan oleh 40 calon kepala daerah yang diusung PKS saat Pilkada serentak.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih solid, bukan hanya kepada Koalisi Merah Putih (KMP), tetapi juga untuk urusan salah satu kadernya yang paling kontroversial, Fahri Hamzah.

Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan, PKS, sebagai partai dakwah akan selalu berpegang pada ketentuan.

"Kami berkomitmen di KMP, selama ini KMP baik. Kami tetap di situ. Kami tak akan menjadi pihak yang mengawali untuk tidak komit terhadap komitmen," kata Sohibul di sela Rapat Koordinasi (Rakornas) PKS, di Hotel Bumi Wiyata, Depok, dalam CNN Indonesia, Selasa (12/1/2016).

Sohibul pun meyakini, meski seandainya dalam KMP hanya tinggal Gerindra dan PKS, partainya tidak terlalu memikirkan dampaknya. Menurutnya, sekecil apapun jumlahnya jika hal itu memberikan dampak yang baik, maka PKS akan tetap di KMP.

Bentuk komitmen PKS dalam KMP juga terlihat dari hadirnya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam Rakornas PKS siang tadi.

Ketika memastikan kedatangannya kepada Sohibul, Prabowo sempat berujar, "Kalau tidak datang, ini bahaya," kata Prabowo, seperti ditirukan Sohibul, dalam tempo.co.

Bahkan, untuk datang ke Rakornas PKS, Prabowo menjadwal ulang keberangkatannya ke Eropa pada hari ini. "Jadi berangkat ke Eropa nanti malam jam 22.00," ucapnya.

Ketika memberikan sambutannya, Prabowo menceritakan kekagumannya atas sosok Salahuddin Al-Ayyubi sebagai seorang pemimpin. Bagi Prabowo, sosok Salahuddin layak ditiru.

"Bagi saya, dia adalah tokoh dalam sejarah dunia dan Islam. Salahuddin Al Ayyubi. Saya baca riwayatnya Salahuddin di buku, tapi saya baca dalam Bahasa Inggris. Buku itu ditulis oleh ahli sejarah barat yang terkenal. Di negara Barat, Salahuddin Al Ayyubi dihormati sebagai ikon leader," kata Prabowo.

Masalah Fahri urusan internal

Sementara itu, di tengah rumor yang beredar bahwa Fahri diminta mundur, Sohibul pun meluruskan situasi yang sebenarnya.

"Saudara Fahri itu kader yang negarawan, tidak diragukan lagi pasti memahami tertib dan aturan organisasi, saya harap dia kooperatif dan semoga selalu dalam kebaikan," kata Sohibul, seperti yang dilansir Detik.com.

Sohibul pun menegaskan bahwa persoalan Fahri yang dilaporkan ke Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO) itu dapat diselesaikan di internal partainya.

Izinkan kami untuk tidak terlalu mengekspos itu ke eksternal. Pada waktunya, kalau proses itu sudah selesai, Anda akan tahu semua," sambung Sohibul.

Menurut Sohibul, persoalan Fahri hanyalah miskomunikasi yang terjadi di internal partainya.

Fahri sebelumnya membenarkan bahwa dirinya diperiksa oleh tiga orang dari BPDO PKS, Senin (11/1/2016) malam.

Pemeriksaan tersebut menyusul laporan dari Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mardani Ali Sera serta Ketua DPP PKS Bidang Politik Hukum dan HAM Al Muzzammil Yusuf bahwa Fahri dianggap terlalu berlebihan membela Setya Novanto.

Fahri diminta mundur dari jabatan Wakil Ketua DPR RI. Fahri pun menjadikan pemeriksaan tersebut sebagai ajang klarifikasi dirinya. Sementara itu, Fahri balik melaporkan dua orang petinggi PKS tersebut BPDO PKS, Senin malam.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1OYH011
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat