Dilaporkan FPI, penulis buku diperiksa polisi

Massa Front Pembela Islam (FPI), saat unjuk rasa di depan gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 10 November 2014. FPI Jawa Tengah melaporkan penulis buku Ahmad Fauzi karena statusnya di Twitter.
Massa Front Pembela Islam (FPI), saat unjuk rasa di depan gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 10 November 2014. FPI Jawa Tengah melaporkan penulis buku Ahmad Fauzi karena statusnya di Twitter.

Ketua Tim Advokasi FPI Jawa Tengah Zainal Abidin Petir menilai Ahmad Fauzi, lewat buku karangannya dan status Twitternya, telah menodai agama. "Penodaan agama tidak bisa dibiarkan. Bisa bahaya jika ada pembiaran yang membelokan Islam," kata Zainal, seperti dikutip fpi.or.id.

Dua buku karangan Fauzi adalah 'Agama Skizofrenia; Kegilaan, Wahyu dan Kenabian' dan 'Tragedi Incest Adam dan Hawa & Nabi Kriminal'. Zainal mengaku sudah membaca buku yang ditulis Fauzi itu. "Pemikirannya telah jelas-jelas penistaan nilai-nilai agama," ujarnya. Zainal mempersoalkan beberapa isi pemikiran dalam buku tersebut. Misalnya, menurut Zainal, Nabi Ibrahim dianggap telah melakukan tindakan kriminal karena telah menyembelih anaknya.

Laporan masuk ke polisi pada 9 Oktober 2015. Laporan ini ditindaklanjuti oleh Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Polisi memanggil Ahmad Fauzi pada 29 Desember 2015. Ia dijerat dengan pasal 45 ayat 2 juncto pasal 28 ayat 2 UU nomer 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Surat panggilan polisi kepada Ahmad Fauzi
Surat panggilan polisi kepada Ahmad Fauzi

Fauzi terang-terangan membantah telah menghina agama. "Saya tak bermaksud menista agama. Apa yang saya tulis di media sosial berdasarkan pada referensi, seperti disiplin ilmu ulumul Quran, sosiologi, antropologi, psikologi, hingga filsafat," ujar Ahmad Fauzi kepada Tempo.co, Selasa, 5 Januari 2016.

Dalam surat panggilan polisi, sebab laporan FPI adalah status akun Twitter @samarra79 punya Ahmad Fauzi. Ada empat status yang dipersoalkan FPI.

1. Tidak Kagumi Nabi Muhammad

Fauzi mengaku tak bermaksud menghina atau menistakan Nabi Muhammad. Justru ia berpendapat Nabi Muhammad adalah manusia yang mulia dan terpuji, tapi bukan berarti beliau tidak memiliki kelemahan dan kesalahan. Meski nabi itu manusia utama, bukan berarti tak pernah berbuat salah.

Fauzi menyitir Al-Quran, Nabi Muhammad pernah ditegur Allah karena melakukan perbuatan yang tak dikehendaki Tuhan. "Ini sesuai dengan Al-Quran Surat Abasa," kata Ahmad Fauzi dalam klarifikasinya kepada Tempo.co.

2. Islam Agama Kekerasan

Fauzi menyatakan Islam sangat keras mengutuk mereka yang sengaja memeras dan mengeksploitasi masyarakat bawah demi menumpuk harta dan kekayaan semata. "Ayat-ayat pedang saya artikan sebagai ayat-ayat ancaman pada mereka yang menindas masyarakat kelas bawah," katanya dikutip dari Tempo.co.

Ayat-ayat pedang tersebut tentu berakar dalam diri Nabi Muhammad yang agresif dan paranoid, yaitu jiwa nabi penuh hentakan-hentakan dan letupan-letupan spiritual, yang berusaha mengubah kenyataan bagaimana caranya memutus mata rantai penindasan atas masyarakat bawah.

3. Baca Al-Quran Sambil Minum Congyang

Fauzi mengaku menulis status itu untuk mengkritik mereka yang mendalami agama, tapi kehendak kemanusiaannya tidak tersentuh. Mereka melakukan kekerasan atas nama agama. Orang-orang ini menurut Fauzi, beragama dengan opium. Kesadarannya tak lagi seimbang dan termanipulasi. Namun kaki, tangan, dan indranya aktif melakukan kekerasan.

4. Adam dan Hawa Bukan Suami-Istri

Fauzi berpendapat, Adam dan Hawa itu bukan pasangan suami istri karena melalui tafsir simbolis atas mitologi Adam dan Hawa, Hawa itu tercipta dari tulang rusuk Adam, berarti hawa adalah keturunan Adam. "Dengan begitu, tulang rusuk adalah simbol dari keturunan," katanya.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1Sz66Dh
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat