Di balik rumor penunjukan Johan Budi sebagai jubir presiden

Johan Budi saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan capim KPK di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (14/12).
Johan Budi saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan capim KPK di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (14/12).

Kata kunci "Johan Budi" masuk topik tren Twitter Indonesia, Rabu malam (6/1/2016). Tren itu merujuk pada mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi Sapto Prabowo.

Namanya menjadi tren percakapan, setelah beredar rumor seputar penunjukan dirinya sebagai juru bicara (jubir) presiden. Rumor itu berembus di media daring, seiring undangan pertemuan dari Kepala Staf Presiden, Teten Masduki, yang ditujukan pada Johan.

Dikutip Kompas.com, Teten mengaku dirinya memang mengundang Johan, untuk bertemu di Kantor Kepala Staf Presiden (KSP).

"Johan janjian sama saya ke KSP. Akan tetapi, karena ibunya Pramono (Anung) meninggal, jadi batal. Kami jadi bertemu di sini," ujar Teten, saat melayat ke rumah duka, di kediaman Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, Rabu (6/1).

Meski demikian, Teten membantah bila undangan itu guna membahas penunjukan Johan sebagai jubir presiden. Teten menambahkan, maksud undangan tersebut hanya sekadar diskusi seputar kegiatan Johan pasca bebas tugas dari KPK.

Pria yang dikenal luas lewat kiprahnya sebagai aktivis antikorupsi itu menegaskan bahwa dirinya dan Johan adalah kawan lama, pun janji pertemuan itu sudah ada jauh hari.

Sekadar informasi, Teten sempat menyebut Johan punya kinerja yang baik di KPK. "Johan cocok (jadi jubir Presiden), kan di KPK cukup bagus," ujar Teten, Rabu (6/1).

Di sisi lain, Johan menyebut kabar itu sebatas rumor. Ia pun mengaku belum dikonfirmasi langsung soal kemungkinan menjadi jubir presiden. "Sampai hari ini belum ada konfirmasi soal itu. Menurut saya itu rumor, bertemu presiden juga belum," kata Johan, dilansir AntaraNews.

Meski begitu, Johan mengaku bahwa dirinya sempat mendengar bahwa Presiden Jokowi memerlukan jubir. Lantas, bagaimana bila tawaran itu datang?

"Ya nanti dilihat dulu posisi jubir itu seperti apa? Tapi kan sampai sekarang belum ada," ujar Johan, dikutip Detikcom.

Di linimasa Twitter, kabar itu menuai sejumlah komentar. Lebih kurang, akun @Emerson_Yuntho menyebut Johan layak sebagai jubir presiden. Namun, akun yang dikenal milik aktivis antikorupsi Emerson Yuntho itu menyebut Johan lebih tepat sebagai staf khusus antikorupsi.

"Perlu banyak orang yang bantu langsung sebagai pembisik antikorupsi-nya @jokowi dan Johan Budi menurutku figur yang tepat!" tulis @emerson_yuntho (27 ribu pengikut).

Catatan lain, saat Johan dipastikan tak terpilih menjadi pimpinan KPK periode 2015-2019, sejumlah akun sudah mulai melempar usulan agar dirinya diangkat sebagai jubir presiden.

Dengan kata lain, usulan itu sudah beredar di linimasa sejak pertengahan Desember 2015. Berikut sejumlah kicuan di linimasa Twitter dalam topik ini.

Sekadar latar informasi, Johan Budi merintis karirnya di KPK sebagai pegawai. Di lembaga antirasuah itu, dirinya pernah menjabat sebagai Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat. Namanya mulai dikenal pubik saat mengemban tugas sebagai Juru Bicara KPK (2006-2014).

"Loyalitas dan integritas pria kelahiran Mojokerto, 29 Januari 1966 ini memang tak perlu diragukan. Karenanya, ia lantas dipercaya sebagai Deputi Pencegahan pada 2014," demikian petikan profilnya di situs resmi KPK.

20 Februari 2015, Presiden Jokowi melantik Johan sebagai pimpinan KPK. Saat itu, Johan menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua KPK, menggantikan Wakil Ketua nonaktif Bambang Widjojanto.

17 Desember 2015, Johan gugur dalam seleksi pimpinan KPK periode 2015-2019. Ia kalah dalam proses pemilihan lima pimpinan KPK di Komisi Hukum DPR. Dalam proses pemilihan itu, Johan yang mengantongi 25 suara, berada di urutan enam dari 10 kandidat.

Sebelum bekerja di KPK, pria 48 tahun itu berkiprah sebagai jurnalis. Di dunia kewartawanan, Johan pernah bekerja untuk Forum Keadilan, dan Tempo.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1RuaYcd
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat