Di balik alasan Jokowi memilih Johan Budi

Presiden Joko Widodo didampingi Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/1). Presiden menunjuk Johan sebagai Juru Bicara Kepresidenan.
Presiden Joko Widodo didampingi Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/1). Presiden menunjuk Johan sebagai Juru Bicara Kepresidenan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) Selasa (12/1/2016) secara resmi menunjuk mantan pelaksana tugas pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi SP sebagai Staf Khusus Presiden. Johan akan bertugas mengomunikasikan program-program Presiden maupun pemerintah kepada masyarakat, kepada rakyat. "Saya senang semakin banyak orang-orang baik di lingkungan istana yang membantu saya," kata Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, seperti dikutip dari Setkab.go.id.

Menurut Jokowi, Johan sangat berpengalaman. "Saya harapkan bisa membantu saya dalam mengkomunikasikan program-program pemerintah, program presiden," kata Presiden Jokowi.

Johan Budi, lahir di Mojokerto pada 29 Januari lima puluh tahun lalu. Selama 12 tahun ia menghabiskan waktunya di bidang jurnalistik. Ia tercatat pernah menjadi wartawan di Majalah FORUM Keadilan dan Majalah TEMPO.

Dan pada 2005 ia memutuskan pindah ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Awalnya ia menjadi Staf Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat di Komisi antirasuah itu. Rentang 2006-2015, walau menduduki beragam jabatan di KPK, Johan Budi tetap merangkap sebagai Juru Bicara KPK. Saat komsioner KPK dikriminalisasikan, Presiden Jokowi menunjuknya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) pimpinan KPK bersama-sama Taufiequrachman Ruki dan lain-lain.

Johan mengaku, beberapa waktu lalu diminta menjadi sebagai Juru Bicara Presiden melalui Kantor Staf Presiden. "Setelah bertemu, akhirnya saya memutuskan untuk membantu agar saya juga punya kontribusi yang nyata," kata Johan.

Jumat pekan lalu, Johan sedianya akan berkunjung ke Kantor Beritagar.id. Tapi, tiba-tiba ia membatalkan jadwal pertemuan itu karena ada panggilan ke dari Kepala Kantor Staf Presiden, Teten Masduki.

Teten mengemukakan, dia ditugaskan Presiden Jokowi untuk berkomunikasi dengan, agar bisa membantu Presiden. Jadi, memang yang naksir Presiden langsung terhadap Johan Budi, yang disambut baik dengan kesediaan Johan Budi.

"Baru beberapa waktu lalu, Pak Presiden langsung bertemu dengan Pak Johan Budi, dan saya kira Keputusan Presiden-nya sudah keluar, dan hari ini adalah Rapat Terbatas pertama yang akan diikuti oleh Pak Johan Budi," kata Teten seperti dikutip dari Setkab.go.id.

Teten menegaskan, penunjukan Johan ini tak mengurangi interaksi Presiden Jokowi dengan insan pers. "Pak Presiden juga akan berbicara langsung untuk hal-hal yang beliau memang ingin sampaikan langsung kepada masyarakat," ujar Teten.

Tim Komunikasi Presiden, AAGN Ari Dwipayana, juga menyambut baik kehadiran Johan. Menurut Ari, tidak ada masalah dengan Tim Komunikasi. Karena selama ini hubungan Tim Komunikasi dengan media dan juga dengan humas pemerintah sudah baik. "Dengan kehadiran beliau semakin kuat," ujarnya dikutip dari Setkab.go.id.

Nantinya, Johan juga diminta menjadi koordinator humas seluruh Kementerian. Dalam tugasnya, Johan akan mendapat perintah dan bertanggung jawab kepada Presiden.

"Tugas dan tanggung jawab langsung kepada Presiden, tapi secara administrasi belum tahu akan ditempel di mana," ujarnya seperti dilansir Kompas.com.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1ZY9XMm
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat