Desa di Bulan akan dibangun pada 2030

Ilustrasi permukiman yang akan dibuat di Bulan
Ilustrasi permukiman yang akan dibuat di Bulan

Tanggal 20 Juli 1969, mata dunia terbuka dengan mendaratnya manusia pertama di permukaan Bulan. "Satu langkah kecil bagi seorang manusia merupakan satu lompatan besar bagi umat manusia," ujar astronot Neil Armstrong saat menjejakan kaki di Bulan.

Memang pendaratan di Bulan itu kemudian menjadi sebuah awal lompatan besar bagi umat manusia dalam upaya untuk mengeksplorasi ruang angkasa.

Kini manusia kembali berencana melakukan lompatan besar lagi dengan mendirikan kompleks permukiman tempat tinggal manusia di Bulan. Badan Luar Angkasa Eropa (ESA), yang memiliki gagasan ini, berencana untuk segera mewujudkan pembangunan "Moon Village" (Desa Bulan) sehingga tempat itu bisa mulai ditinggali pada tahun 2030.

Dailymail (4/1/2016) menuliskan bahwa rencana pembuatan permukiman manusia di bulan ini dimaksudkan untuk mengganti Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) yang telah mengorbit di antariksa sejak modul pertamanya diluncurkan pada 1998. Jadi, Desa Bulan ini akan berfungsi sebagai markas besar para peneliti ruang angkasa, sekaligus tempat mereka beristirahat sebelum meneruskan penjelajahan.

ESA sebenarnya sudah mempublikasikan rencana ini pada 2013, namun baru didiskusikan secara serius untuk realisasinya dalam konferensi di Belanda dengan judul "Moon 2020-2030 -- A New Era of Coordinated Human and Robotic Exploration" yang berlangsung dua hari dari tanggal 15 Desember 2015.

Pada tahun 2013, ESA mulai melakukan uji coba memanfaatkan tanah di bulan sebagai bahan bangunan pembuatan permukiman. Tentunya dengan perbedaan kondisi alam dengan bumi, pembuatan bangunan di Bulan tidak bisa menggunakan cara biasa.

Mesin cetak 3D yang akan digunakan untuk membuat bahan material
Mesin cetak 3D yang akan digunakan untuk membuat bahan material

Enrico Dini, pendiri perusahaan manufaktur Inggris, Monolite, mengatakan bahwa untuk menggunakan tanah di Bulan menjadi material pertama-tama tanah terebut harus dicampurkan dengan kimia magnesium oksida. Dengan campuran ini maka akan membuat tanah dari Bulan seperti kertas sehingga dapat dimulai proses pencetakan menggunakan mesin.

ESA menjelaskan bahwa teknologi cetak 3D akan menjadi teknik utama pembuatan struktur bangunan. Laurent Pambaguian, perwakilan ESA dari bagian teknologi material mengatakan bahwa melalui proses cetak 3D dapat dibuat material bangunan dengan volume antara 2 meter hingga 3,5 meter dalam waktu satu jam. Yang berarti sebuah bangunan dapat diciptakan dalam waktu satu minggu saja.

Contoh 1,5 ton material bangunan yang akan digunakan
Contoh 1,5 ton material bangunan yang akan digunakan

Dengan menggunakan robot sebagai motor pembuat bangunan dan menggunakan material yang diambil dari tanah di Bulan, maka misi ini sangat mungkin untuk dilaksanakan hingga selesai tepat waktu.

Mengenai desain, jika dilihat dari foto-foto konsep yang dirilis ESA secara resmi terlihat bahwa permukiman yang akan dibangun di Bulan ini mirip dengan bangunan yang ada di serial televisi untuk anak-anak, Teletubbies.

Video di bawah ini menjelaskan lebih rinci bagaimana ESA akan membangun permukiman di bulan tersebut.

3D-printing a lunar base



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1n59tGj
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat