CNBC Indonesia segera tayang di bawah bendera Trans Corp

Chairul Tanjung
Chairul Tanjung

Setelah merangkul jaringan televisi berita internasional CNN, PT Trans Media Corpora kembali akan menggandeng perusahaan televisi internasional lainnya dengan meluncurkan CNBC Indonesia. Kerja sama itu diumumkan secara resmi lewat rilis dalam situs cnbc.com.

Dalam rilisnya diketahui bahwa kerja sama itu sudah ditandatangani di Jakarta oleh Direktur Utama CNBC, Mark Hoffman dan pendiri dan Direktur Utama PT Trans Media Corpora, lewat perusahaan induknya CT Corp, Chairul Tanjung.

CNBC Indonesia yang nantinya akan tayang dalam bentuk layanan digital dan televisi ini berjanji akan memfasilitasi tayangan berbasis bisnis dan ekonomi bagi jutaan penonton Indonesia dengan menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa dan teks pengantarnya.

Namun demikian, tanggal spesifik CNBC Indonesia akan mulai tayang masih belum ditentukan. CNBC Indonesia hanya mengatakan akan mengumumkan hal tersebut pada sekitar akhir tahun 2016 ini.

"CNBC Indonesia diharapkan bisa mengakselerasikan pertumbuhan ekonomi di Indonesia," kata Chairul Tanjung.

CNBC adalah salah satu divisi dari jaringan televisi besar Amerika Serikat, NBCUniversal yang sudah tersedia di hampir 386 juta rumah di seluruh dunia. Di negara asalnya, CNBC didedikasikan untuk para pemimpin perusahaan, eksekutif senior, para investor dan pelaku bisnis industri lainnya.

Sementara Trans Media adalah jaringan televisi yang mengelola beberapa stasiun lokal seperti Trans TV dan Trans 7; televisi berbayar, TransVision; portal berita Detik.com; dan juga televisi berita CNN Indonesia.

Chairul Tanjung atau yang sering disapa CT, adalah orang terkaya kelima di Indonesia dan ke-381 di dunia versi Forbes (Desember 2015) dengan total kekayaan mencapai USD4,8 miliar atau sekitar Rp63 triliun.

Selain melebarkan sayapnya di bisnis media, CT juga menjalankan bisnis ritel lewat PT Carrefour Indonesia yang sebesar 40 persen sahamnya diakuisisi oleh PT Trans Ritel senilai Rp3 triliun.

CT mengaku lebih suka mengakuisisi dibandingkan membangun bisnis karena akusisi perusahaan membuat sinergi memperluas ladang usaha.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1ZWjsf2
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat