Bukan dan Tidak

Kata bukan dan tidak, belum tentu bisa dipertukarkan
Kata bukan dan tidak, belum tentu bisa dipertukarkan

Sebagai kata keterangan (adverbia), bukan dan tidak digunakan untuk mengingkarkan kata yang mengikutinya. Bukan digunakan sebagai pengingkar kata benda, misalnya bukan saya, sedangkan tidak digunakan sebagai pengingkar jenis kata lain, misalnya tidak pergi.

Secara naluriah, penutur jati bahasa Indonesia umumnya memahami aturan ini. Sebaliknya, penutur bahasa asing yang belajar bahasa Indonesia mungkin agak sulit memahami aturan ini karena tata bahasa mereka tidak membedakan pengingkaran atau negasi ini.

Dalam Bahasa Inggris, misalnya, tidak membedakan pengingkaran this is not my computer dan she is not sad yang keduanya sama-sama menggunakan not sebagai pengingkar.

Dalam bentuk kata sambung (konjungsi) korelatif, kedua kata ini memiliki pasangan masing-masing. Bukan berpasangan dengan melainkan, sedangkan tidak berpasangan dengan tetapi.

Perhatikan contoh berikut:

  • Saya bukan malaikat, melainkan manusia biasa.
  • Dia tidak mencuri, tetapi meminjam.

Aturan pasangan semacam ini merupakan aturan yang biasa dalam suatu bahasa. Bahasa Inggris, misalnya, juga memiliki pasangan konjungsi korelatif yang tidak bisa dilanggar dengan semena-mena, seperti either...or dan neither...nor.

Dalam tulisannya, doktor di bidang linguistik yang mengajar di Australia, Timothy Hassall (2012), menyatakan bahwa bukan dapat digunakan untuk mengganti tidak sebagai penekanan, misalnya dia bukan sedih.

Hassal juga tidak menyatakan secara spesifik pasangan bukan...melainkan dan tidak...tetapi. Meskipun menarik dan terjadi secara nyata dalam masyarakat penutur kita, pendapat beliau ini mungkin lebih cocok untuk ragam percakapan, bukan ragam formal.

Jadi, bukan masalah atau tidak masalah?



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1S5xxWf
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat