Botswana, tujuan wisata terbaik 2016 versi Lonely Planet

Tiga ekor zebra sedang merumput di padang Botswana, Afrika
Tiga ekor zebra sedang merumput di padang Botswana, Afrika

Botswana memuncaki daftar Tujuan Wisata Terbaik 2016 versi Lonely Planet, diikuti oleh Jepang di posisi kedua dan Amerika Serikat di posisi ketiga.

Negeri tanpa laut di Afrika itu merayakan kemerdekaan yang ke-50 pada 30 September 2016. Botswana adalah sebuah negara perpaduan antara gurun pasir gersang dan delta tempat begitu banyak kehidupan liar berada.

Sekitar 17 persen luas wilayah Botswana telah dijadikan taman nasional dan pada 2014 Delta Okavango menjadi Situs Warisan DUnia ke-1.000 UNESCO.

"Daftar yang kami terbitkan ini memang bukan tempat-tempat yang akan dikunjungi oleh para pelancong, namun ini tempat-tempat yang telah kami pilih untuk seharusnya dikunjungi oleh wisatawan selama 2016," kata Tom Hall, direktur editorial Lonely Planet seperti dikutip CNN.

Lonely Planet menyebut Botswana sebagai negara dengan pemandangan alam liar terbaik di atas bumi yang berisi gajah, antelop, singai, harimau dan anjing liar Afrika.

Sementara itu Delta Okavango dan Gurun Kalahari disebut sebagai bentang alam paling ikonik di Afrika sekaligus juga bentang alam liar paling luas.

Untuk mempermudah wisatawan melakukan safari di Botswana, News24.com mewartakan bahwa negara ini sedang bersiap-siap untuk meluncurkan sederet penerbangan langsung dari dan ke berbagai kota utama di Afrika melewati

Bandara Internasional Sir Seretse Khama di Gabarone.

Jepang

Sementara itu di posisi kedua dalam daftar yang dirilis oleh Lonely Planet ada Jepang, sebuah negara asia yang tidak hanya kental tradisinya, namun kehidupan modern pun bisa dinikmati dan dijadikan sebagai petualangan. Negeri Matahari Terbit ini menawarkan Taman Kawachi Fuji di Fukuoka yang mempesona. Jika ingin menelsuri kehidupan modern Jepang, cobalah naik Shinkansen punya bisa melesat dengan kecepatan peluru.

Amerika Serikat

Amerika Serikat, yang ada di posisi ketiga, adalah sebuah negeri kebebasan. National Park Service, yang selama ini mengelola 59 taman nasional dan ratusan tengara bersejarah, akan berusia seabad. NPS adalah organisasi yang selama ini menjaga Yosemite, Yellowstone, Badlands, Zion, dan lain-lain.

Palau

Palau ada di posisi keempat. Ini adalah gugusan pulau-pulau mungil di Samudera Pasifik. Lonely Planet menyebut tempat ini sebagai sekeping surga yang jatuh ke bumi, dengan pulau-pulau yang terlindung oleh pepohonan, serta dikelilingi lautan jernih berwarna biru. Bagi para pecinta diving dan snorkeling, ini adalah sebuah keajaiban yang patut didatangi.

Latvia

Setelah lepas dari kungkungan komunisme, Latvia kini mulai bersinar. Negeri ini mempunyai warisan tradisi kuno yang masih terjaga, istana-istana masa lalu yang mulai dipugar kembali dan rumah-rumah besar di antara hutan pinus yang membentang. Jangan lupakan kuliner Latvia yang lezat menggoda.

Australia

Menguatnya mata uang dollar Australia telah membuat wisatawan enggan memasuki benua terkecil di dunia ini. Namun 2016 adalah waktu yang tepat untuk menjelajahi pedalaman Australia yang masih menyimpan banyak misteri. Jangan lupakan Karang Penghalang Besar dan juga kehidupan liar Tasmania untuk masuk dalam agenda petualangan.

Polandia

Setelah lepas dari jeratan resesi, Polandia kini banyak dikunjungi wisatawan. Apalagi Wrocaw akan menjadi Ibukota Kebudayaan Eropa 2016. Sementara itu Krakow akan menjadi pusat daya tarik saat Paus merayakan Hari Remaja Sedunia.

Uruguay

Sekitar 3 juta pelancong akan mengunjungi Uruguay sepanjang 2016. Negeri dengan juluan "Swiss di Amerika" ini mempunyai beragam tawaran bagi para wisatawan. Ibukota Montevideo adalah sebuah kota kecil dengan masyarakat yang progresif, sementara "pampas" (padang rumput) akan menggoda pendatang untuk menjadi "gaucho" (cowboy), dan kehidupan malam bertaburkan kemewahan bisa dinikmati di Punta del Este.

Greenland

Tanah Hijau adalah sebuah wilayah yang jarang penduduknya, namun mereka yang mempunyai nyali untuk berdiam di negeri ini akan menikmati matahari tengah malam di atas glasier yang menawan, berlayar di antara paus, menelusuri padang tundra dan tentu saja menonton aurora yang menari-nari di atas hamparan es. Pada Maret 2016 Greenland akan menjadi tuan rumah Arctic Winter Games, bersama dengan diadakannya festival lagu, kuliner dan tari.

Fiji

Negeri di Pasifik Selatan ini laksana sebongkah surga yang ada di bumi. Waktu seakan tidak bergerak di negara yang sudah lepas dari krisis politik ini. Para penyuka olahraga ekstrem akan bersuka-ria berada di pulau-pulau yang dikelilingi lautan. Menyelam tentu saja adalah menu utama yang bisa dinikmati sambil berlayar dan snorkeling.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1VDTWZr
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat