Bisnis Apple terbantu dari penjualan aplikasi

Gerai Apple
Gerai Apple

Awal pecan Januari menjadi saat yang indah bagi Apple. Di tengah kinerja perdagangan sahamnya yang melemah, Apple berhasil memecahkan rekor penjualan terbesar hanya dalam waktu dua pekan.

Pada musim liburan Natal dan Tahun Baru yang berakhir pada 3 Januari 2016 kemarin,secara total, pengguna Apple membelanjakan lebih dari USD1,1 miliar (sekitar Rp14 triliun) untuk membeli aplikasi dan in-app purchase.

Sementara, pada 1 Januari 2016, tercatat sebagai hari bersejarah bagi App Store berhasil membukukan penjualan dengan nilai lebih dari USD144 juta (sekitar Rp2 triliun). Jumlah itu memecahkan rekor penjualan dalam satu hari yang terjadi satu minggu sebelum Natal.

"Kami sangat gembira para pelanggan kami telah mengunduh dan menikmati banyak aplikasi menarik baik untuk iPhone, iPad, Mac, Apple Watch dan Apple TV, dan (secara total) membelanjakan lebih dari USD20 miliar (sekitar Rp277 triliun) lewat App Store di tahun lalu," kata Philip Schiller, Wakil Direktur Pemasaran Global Apple lewat rilis resmi yang dikeluarkan Apple.

Dengan pendapatan dari penjualan tersebut, Apple pun langsung membayar semua pengembang aplikasinya yang sudah bekerja sama sejak 2008 dengan total nilai USD40 miliar.

Aneka permainan seperti Minecraft: Pocket Edition, Trivia Crack dan Heads Up!, media sosial seperti Facebook Messenger, WeChat, SnapChat dan hiburan seperti Netflix, Hulu dan Match adalah aplikasi populer yang paling banyak dibeli di App Store sepanjang 2015.

Apple mendapatkan sedikitnya 30 sen dari setiap USD1 yang dikeluarkan untuk membeli aplikasi dalam App Store.

Meski Apple tumbuh - baik secara popularitas maupun penjualan - namun secara keseluruhan persentase pertumbuhan perusahaan secara keseluruhan turun dari 50 persen di 2014 menjadi 40 persen di 2015.

Pada perdagangan Kamis (7/1/2016), harga saham Apple ditutup di bawah USD100, paling rendah dalam 15 tahun, salah satu penyebabnya diklaim karena kekisruhan ekonomi Tiongkok.

Dilansir The Wall Street Journal, penjualan saham perusahaan besutan Steve Jobs ini kehilangan USD4,25 ke level USD96,45, turun 27 persen dari puncaknya di bulan Juli yang sebesar USD132,07. Apple pun harus keluar dari klub perusahaan dengan harga saham tiga digit.

Sinyal pelemahan di tubuh Apple datang setelah Apple memotong sejumlah pemasok Apple dalam beberapa bulan terakhir di seluruh dunia, terutama Tiongkok, sebesar lima persen menjadi total 220 juta unit.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1ZR61Nx
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat