Berkelakuan sopan terbukti mengenyahkan stres

Selain membuat hidup menjadi lebih beradab, ternyata kesopanan bisa mengurangi stres seperti terbukti dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Clinical Psychological Science.
Selain membuat hidup menjadi lebih beradab, ternyata kesopanan bisa mengurangi stres seperti terbukti dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Clinical Psychological Science.

Kesopanan diajarkan kepada semua anak sejak mereka masih kecil. Nilai-nilai kesopanan nampaknya memang berlaku universal, misalnya menghormati orang yang lebih tua, meminta maaf jika bersalah, mengucapkan terima kasih jika dibantu orang lain, membantu orang yang membutuhkan, dan lain-lain.

Selain membuat hidup menjadi lebih beradab, ternyata kesopanan bisa mengurangi stres seperti terbukti dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Clinical Psychological Science.

Diwartakan oleh Rifenery29, dalam melakukan penelitian ini para ilmuwan menggunakan data dari 77 orang yang sebenarnya direkrut untuk studi tentang kebiasaan minum. Mereka diminta untuk merekam stres kesehatan mental dan moon menggunakan sebuah survey lewat ponsel sekali per hari selama dunia pekan.

Sebagai bagian dari survey, para peserta juga ditanya seberapa sering mereka menjalankan "perilaku prososial" tiap hari. Perilaku ini misalnya menahan pintu ketika ada orang lain yang bersamaan masuk atau keluar ruangan, membantu orang lain, atau mengucapkan terima kasih setelah mendapatkan bantuan.

Penelitian membuktikan, semakin banyak mereka melakukan perilaku prososial, semakin sedikit stres yang mereka alami karena para peserta penelitian lebih merasakan mood positif dalam diri mereka.

Selain itu penelitian ini juga mengungkapkan bahwa orang yang sangat suka menolong orang lain tidak merasakan turunnya mood mereka meskipun saat itu sebenarnya mereka sedang stres.

Hasil penelitian ini nampaknya sejalan dengan studi sebelumnya yang menyebutkan bahwa menolong orang lain sebenarnya menguntungkan karena akan membuat orang lain melakukan hal yang sama.

Tak hanya kita menularkan kebaikan, efeknya pun kita rasakan. Bahagia merasuk di jiwa membuatnya lebih tenang. Tersenyum pun jadi lebih mudah.

Hal yang kurang lebih sama juga dikatakan oleh Lara Honos-Webb, Ph.D, seorang kepada Huffington Post.

"Ketika kita membantu orang lain dan berlaku sopan, otak kita akan melepaskan endorfin, senyawa kimia yang memberi perasaan semangat, mirip seperti euforia," kata Honos-Webb.

Selain itu, masih kata Honos-Webb, melakukan kebaikan bagi orang lain juga akan meningkatkan serotonin dalam otak, senyawa kimia yang membuat kita merasa nyaman dan puas.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1TJ57Pt
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat