Begini persiapan wawancara orang yang berhasil bekerja di Google

Markas Google di Mountain View, California
Markas Google di Mountain View, California

Fortune.com mengabarkan selama enam tahun berturut-turut Google menempati peringkat pertama sebagai perusahaan impian untuk bekerja. Ada berbagai "kemewahan" yang bisa didapatkan saat seseorang bisa menjadi karyawan mesin pencari nomor wahid di dunia ini.

Dengan reputasinya sebagai perusahaan impian para pencari kerja, tidak heran Google menjadi incaran banyak orang. Google tentu tidak sembarangan dalam menerima seorang karyawan. Tidak hanya disertai dengan skill yang cukup, karyawan Google harus memiliki kreativitas yang tinggi.

Seperti diwartakan KOMPAS Tekno, proses perekrutan yang dilakukan oleh Google terhadap calon karyawannya pun diketahui sangat panjang. Total, seorang calon karyawan Google bisa saja menghadapi hingga tujuh kali proses wawancara.

Bagaimana persiapan orang-orang yang telah berhasil melalui proses wawancara kerja dan akhirnya bekerja di Google?

Bruce R. Miller, yang saat ini masih bekerja untuk Google, mempersiapkan diri selama enam pekan sebelum melakukan wawancara di Google. Selama waktu persiapan itu dia berlatih menggunakan papan tulis untuk mengerjakan berbagai masalah koding. Kemudian dia melakukan wawancara via telepon dan sebulan kemudian wawancara di tempat kerja.

Jake Cook, seorang insinyur yang pernah bekerja di Google, mengatakan bahwa sebenarnya wawancara di Google tidak sesulit yang diperkirakan banyak orang. Menurut Cook, proses wawancara sangat standar dan umum, sama seperti perusahaan besar lainnya.

Cook memberikan tips agar calon karyawan untuk mencari informasi tentang pertanyaan-pertanyaan dalam wawancara kerja di Google yang sudah tersebar di internet.

Satu lagi tip yang disampaikan oleh Cook yaitu agar calon karyawan untuk berlatih wawancara menggunakan situs Gainlo.co, sebuah piranti online yang memungkinkan seseorang untuk berlatih wawancara dengan pewawancara dari Google, Microsoft, Amazon dan langsung bisa mendapatkan umpan balik saat itu juga.

Berbeda dengan Cook, seorang insinyur piranti lunak yang masih bekerja untuk Google bernama Aditya Saurabh menyebutkan bahwa wawancara kerja di Google adalah yang paling sulit dibandingkan wawancara di perusahaan teknologi besar lainnya.

"Saya sudah pernah melakukan wawancara di perusahaan-perusahaan besar teknologi. Pertanyaan di Google lebih sulit. Google juga tidak akan menggunakan lagi pertanyaan dalam wawancara yang sudah tersebar di internet atau pertanyaan yang terlalu umum," ujar Saurabh.

Gayle Laakmann McDowell, penulis buku Cracking the Code Interview, sangat menyarankan agar calon karyawan membaca dan menyelesaikan soal-soal yang ada dalam buku 60 halaman yang ditulisnya itu.

"Sebenarnya tidak ada yang spesial tentang wawancara kerja di Google. Lupakan semua sensasi. Pada dasarnya Google melemparkan jenis pertanyaan yang sama seperti perusahaan teknologi besar lainnya," ujar McDowell.

Hal yang kurang lebih sama juga dikatakan oleh Sandy Barnabas, seorang Manajer Rekayasa Google, tentang persiapannya sebelum melakukan wawancara di Google.

"Saya memang tidak bisa melebih-lebihkan pentingnya suasana yang tak terlalu stres. Pewawancara juga adalah manusia. Jika Anda nyaman dan santai, mereka juga akan santai juga. Atmosfer kasual jauh lebih baik untuk proses komunikasi, baik itu ketika Anda salah paham terhadap pertanyaan yang diajukan, dan ketika mereka mengklarifikasikan jawaban yang Anda berikan," kata Barnabas.

Sebagai pamungkas, Kyle Ewing yang memegang tanggung jawab perekrutan karyawan Google memberikan saran agar pelamar kerja di Google mencari semua informasi tentang segala hal yang berkaitan dengan wawancara lewat mesin pencari Google.

"Kami serius, tidak ada alasan bagi pelamar untuk tidak mengerti produk kami, para pemimpin kami, dan nilai-nilai yang dianut perusahaan ini. Dan semua itu bisa dengan mudah ditemukan di internet. Kami juga memiliki berbagai informasi yang kami bagikan lewat blog Life@Google, Twitter, dan halaman Google+ yang bisa dibaca oleh pelamar," kata Ewing kepada Cosmopolitan.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1kLdspI
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat