Bayi pun bisa mengalami stres

Kenali penyebab bayi stres dan atasi segera.
Kenali penyebab bayi stres dan atasi segera.

Stres tidak hanya dialami orang dewasa. Bayi pun bisa mengalami stres. Bahkan menurut penelitian, sejak dalam kandungan bayi bisa mengalami stres. Pemicunya karena ibu hamil merasa tertekan.

Situs Parents.com menuliskan stres selama kehamilan bisa menyebabkan kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, gangguan tidur dan perilaku pada anak.

Dilansir dari Tempo, ibu hamil yang mengalami stres memberikan dampak stres yang lebih besar terhadap janin yang dikandungnya.

Hal ini diungkapkan oleh Dewi Puspaningtyas Faeni, seorang psikolog keluarga yang mengatakan bahwa jika ibu hamil mengalami stres, bayinya akan mengalami stres tiga kali lebih banyak.

Kenali tanda bayi stres

Untuk mengetahui bayi stres memang tidak mudah. Berbeda dari orang dewasa, bayi yang belum mampu berkomunikasi. Si Buyung hanya bisa menyampaikan melalui tangisan.

Tapi tangisan pun tidak bisa dijadikan indikator, bahwa bayi yang kerap menangis adalah ciri bayi stres. Sebab, tangis bayi memiliki arti tersendiri yang perlu dikenali oleh para orang tua. Seperti dilansir dari WebMD, bayi bisa menangis karena lapar, sakit, bosan, merasa tidak nyaman atau karena popok basah.

Karena itu, orang tua sebaiknya peka terhadap perubahan perilaku bayi. Tanda-tanda stres yang dapat dikenali pada bayi misalnya adalah sebagai berikut :

1. Menangis tiada henti.

2. Rewel.

3. Sering terbangun saat tidur.

4. Kehilangan nafsu makan dan minum.

5. Tidak bersemangat saat bermain.

6. Lebih manja dan hanya ingin digendong dan menangis jika ditinggal.

Cari tahu penyebabnya

Untuk mengatasi bayi stres, tentu perlu dicari lebih dahulu penyebabnya. Ada beberapa hal yang bisa membuat bayi stres, seperti dilansir dari Ayahbunda.

1. Merasa tidak nyaman

Ketidaknyamanan yang dirasakan bayi yang dialami secara berkepanjangan bisa menyebabkan stres. Kiatnya, segeralah mencari tahu apa yang menyebabkan bayi merasa tidak nyaman.

Bayi bisa merasa tidak nyaman karena popok yang kotor, kepanasan atau lapar. Kepekaan orang tua terhadap kebutuhan bayi dan langsung merespons akan membantu bayi terhindar dari stres.

2. Terabaikan

Bayi memerlukan sentuhan dari orang tua. Namun ada pula orang tua baru yang mengalami stres setelah memiliki anak dan kerap bertengkar. Hal itu justru akan memicu bayi stres. Bayi yang terabaikan dari perhatian dan kasih sayang berisiko lebih mudah stres.

Orang tua perlu mencari strategi untuk mengatur waktu dan berbagi peran sebagai orang tua dalam mengasuh bayi.

3. Sakit

Percaya pada naluri ibu. Jika bayi terus menerus menangis meski popok dalam kondisi kering dan sudah disusui, ada kemungkinan bayi sakit atau ada yang tidak beres pada tubuhnya.

Untuk memberikan rasa nyaman dan menenangkan, seringlah memeluk bayi. Jika masih menangis, periksakan bayi ke dokter.

4. Lelah

Bayi yang terlalu banyak diberikan stimulus, misal dengan mengajak bermain juga bisa menyebabkan stres. Biarkan bayi beristirahat.

5. Ibu gelisah

Sama halnya dengan seperti saat hamil, stres yang dialami seorang ibu dapat pula dirasakan oleh bayinya. Begitu juga ketika mengasuh bayi, ibu tidak tenang, bayi bisa merasakan tekanan otot saat digendong, ekspresi wajah dan nada suara ibu yang bisa memicu stres pada bayi.

Untuk mengatasinya, Anda hanya perlu 60 detik untuk mengatasinya. Misal, seperti dipaparkan Parents.com lakukan pergerakan saat akan mengganti popok bayi, dengan cara mengangkat tinggi kedua tangan.

Anda juga bisa mempraktikkan kiat yang ditulis Parentingscience, untuk mengatasi stres pada bayi.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/22I8hcm
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat