Balapan liar di Jakarta akan dilegalkan

Seorang pemuda mengikuti balap liar di Jalan Raya Juanda, Batu Ceper, Tangerang, Banten, Juli 2013.
Seorang pemuda mengikuti balap liar di Jalan Raya Juanda, Batu Ceper, Tangerang, Banten, Juli 2013.

Polda Metro Jaya berencana melegalkan dan mewadahi balapan liar di DKI Jakarta. Wadah ini untuk mengakomodir balapan liar yang kerap menimbulkan kecelakaan dan tindak pidana. Wadah ini ini dinamai "Organisasi Balapan Kendaraan Bermotor Jakarta". Direktorat Lalu Lintas bersama Pemda DKI Jakarta dalam rapat Selasa kemarin telah membuat struktur organisasi dari pelindung hingga pengurus.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Risyapudin Nursin mengatakan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah DKI Jakarta dan pemangku kepentingan lainnya terkait dengan rencana ini.

"Kami coba pertengahan Februari lah, kami akan mulai bekerja supaya lebih cepat mengakomodir keinginan remaja kita," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Risyapudin, Selasa (12/1) seperti dikutip Detik.com.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mendukung rencana itu. Dengan dilegalkan, angka kecelakaan akibat balap liar bisa dikurangi. "Boleh saja kalau di Kemayoran dibuat semacam itu, boleh saja kan. Yang penting dijaga. Kalian jangan salah loh, justru balapan resmi itu akan menghindari kecelakaan," kata Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, seperti dilansir Beritajakarta.com.

Jika dilegalkan maka sirkuit balapan akan dipasang pengaman saat balapan. Sehingga aman saat terjadi kecelakaan. Beberapa wilayah yang akan dijadikan ajang untuk balapan, antara lain, Jalanan Benyamin Sueb di Kemayoran, Jalan Asia Afrika, dan kawasan seputar Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Pelegalan balapan liar ini akan memberikan rasa aman bagi pengendara lainnya. Sebab saat balapan berlangsung, jalanan akan ditutup untuk kendaraan lainnya. Sama seperti yang diterapkan di Singapura.

"Nanti jalan raya kami atur, mesti ditutup, dilindungi. Singapura saja tengah malam kebut-kebutan di jalan raya, balap formula," kata Gubernur yang akrab disapa Ahok ini.

Balap liar kerap memakan korban. Lokasi yang kerap dijadikan balapan adalah jalan Raya Taman Mini, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.

Mei dua tahun lalu, dalam catatan Tribunnews.com, Iden Gumilar (19) warga Lubangbuaya, Cipayung, Jakarta Timur tewas dengan luka parah di kepala dan sekujur tubuhnya memar. Iden menghembuskan nafas terakhirnya saat dievakuasi dalam perjalanan ke RS Haji, Pondokgede, Jakarta Timur.

Iden diduga joki balap liar. Sebab saat petugas polisi hendak mengamankan sepeda motor korban dari lokasi kejadian, sepeda motornya sudah tak ada. Sepeda motor yang dikendarai Iden langsung dibawa pemiliknya atau diamankan rekan-rekannya.

Balapan liar masih menjamur di Ibu Kota. Sebagai contoh, dalam operasi cipta kondisi yang digelar Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, pada Ahad (20/12), polisi menjaring ratusan pelanggar.

"Hasil penindakan berjumlah 366 pelanggar," ujar Kasubdit Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, Ahad (20/12). seperti dilansir Republika.co.id.

Lokasi yang disisir polisi diantaranya Jalan Asia Afrika, Jalan Hayam Wuruk-Gajah Mada dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Polisi menyita SIM 114 lembar, STNK 232 lembar, kendaraan roda dua 10 unit dan satu unit kendaraan roda empat.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1PVmFqF
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat