Bagasi Anda rusak atau hilang? Ini perhitungan ganti ruginya

Petugas Aviation Security Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur, memeriksa porter, Selasa (5/1). Pemeriksaan ini upaya mengantisipasi pencurian barang bagasi penumpang pesawat.
Petugas Aviation Security Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur, memeriksa porter, Selasa (5/1). Pemeriksaan ini upaya mengantisipasi pencurian barang bagasi penumpang pesawat.

Kasus pencurian bagasi Sabtu petang pekan lalu menguak kasus-kasus pencurian bagasi lainnya. Menurut survei, kehilangan bagasi paling banyak dikeluhkan penumpang.

PT Angkasa Pura II (Persero), pengelola Bandara Soekarno Hatta, bekerja sama dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menggelar survei penumpang pada Mei-Juni 2015 untuk mengetahui pelayanan di bidang apa saja yang paling dikeluhkan masyarakat.

"Dari hasil survei, ternyata bagasi hilang atau rusak menjadi keluhan utama penumpang," kata Presiden Direktur PT AP II Budi Karya Sumadi, Rabu (6/1) seperti dilansir Tempo.co.

Kepolisian Resor Kota Bandara Soekarno-Hatta mengungkapkan lebih dari separuh anggota regu pengangkut barang (porter) maskapai penerbangan Lion Air terlibat pencurian isi tas penumpang di bagasi pesawat di Bandara Soekarno-Hatta.

"12 dari 20 anggota porter terlibat," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bandara Soekarno-Hatta Komisaris Aszhari Kurniawan, Selasa (5/1) kepada Tempo.co.

Direktur Operasional Lion Air Daniel Putut mengatakan petugas internal maskapai itu telah menemukan sebilah pisau kecil yang diduga dipakai sindikat pembobol tas di dalam bagasi pesawat. Pisau kecil ini ditemukan terbungkus plastik dan ditempel di lambung pesawat yang diparkir di bandara Makassar.

"Alat ini kami temukan tersemat di kompartemen (lambung) pesawat," ujar Daniel seperti dikutip dari Tempo.co. Selain pisau, menurut Daniel, para porter pada umumnya menggunakan kunci dan pulpen untuk membobol koper.

Nah, apa kewajiban maskapai atas rusak atau hilangnya bagasi penumpang?

Maskapai udara pengangkut, wajib mengganti rugi bagasi penumpang yang hilang atau rusak. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan No 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara, jumlah ganti rugi kerusakan atau kehilangan barang di dalam bagasi diatur dengan nilai ganti rugi bervariasi.

Dalam aturan ini disebut, maskapai yang mengoperasikan pesawat udara wajib bertanggung jawab atas kerugian terhadap, hilang atau rusaknya bagasi kabin; dan hilang, musnah atau rusaknya bagasi tercatat.

Maskapai tak bertanggung jawab atas rusak atau hilangnya bagasi kabin. Namun jika penumpang sanggup membuktikan penyebabnya karena tindakan maskapai atau pekerjanya, maka maskapai harus bertanggung jawab.

Tapi bukti ini harus memiliki kekuatan hukum yang sudah ditetapkan pengadilan. Nilai kerugiannya, senilai kerugian yang diderita penumpang.

Jika yang hilang atau musnah adalah isi bagasi tercatat, maka ganti ruginya sebesar Rp200 ribu per kg, atau maksimal Rp4 juta tiap penumpang.

Kehilangan bagasi, dinyatakan sah bila sudah 14 hari kalender bagasi penumpang belum juga ditemukan. Selama penumpang menunggu kepastian keberadaan bagasinya, maskapai wajib memberikan uang tunggu sebesar Rp200 ribu per hari. Uang tunggu diberikan maksimal untuk tiga hari.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1RuKWFB
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat